Rabu, 03 September 2014

SOS Hiu

seekor hiu martil mati mengenaskan karena diambil siripnya (sumber: kompas.com)

Hiu mungkin terdengar sebagai hewan buas bagi kita. Digambarkan dengan taring yang tajam hiu mengancam orang-orang yang berenang di pantai. Sampai-sampai menginspirasi pembuatan film mengerikan seperti film Jaws, Shark attack dll. Dalam film tersebut jelas menggambarkan begitu berbahayanya hewan bertulang rawan ini bagi keselamatan manusia. Adegan demi adegan hiu memangsa manusia dipertontonkan dengan apik menyihir siapapun yang menonton sehingga menjadi takut dengan hewan ini.

Namun faktanya, seberapapun buasnya hiu dalam adegan tersebut tetap saja manusialah yang paling buas dialam ini. Hanya untuk memenuhi hasrat berlandaskan keyakinan pada mitos  saja, terdapat masyarakat yang gemar mengonsumsi soup sirip hiu. Akhir-akhir ini jumlah orang yang mengonsumsi sirip hiu bertambah banyak walau harganya mahal. Alhasil permintaan akan sirip hiu meningkat dan perburuan hewan berdarah dingin ini pun meningkat. Harga sirip hiu yang mahal membuat sekelompok para nelayan pemburu hiu hanya memerlukan siripnya saja. Mereka menangkap hiu utuh kemudian memotong siripnya saja kemudian tubuh nya diceburkan lagi kelaut. Ada beberapa bagian tubuh tempat menempelnya sirip pada ikan hiu, di bagian dorsal atau punggung, bagian dada atau pectoral, bagian perut atau abdomen dan di bagian ekor atau caudal. Kesemua sirip tersebut dipotong untuk kemudian di jual.

Semua makhluk hidup memiliki peranan tersendiri bagi keseimbangan ekosistem, termasuk hiu. Hiu bersifat karnivora atau pemakan daging menempati puncak tertinggi dalam rantai makanan di laut seperti halnya hewan karnivora di darat seperti harimau, singa, serigala, elang sebagai puncak tertinggi rantai makanan. Jika jumlah populasinya menurun hal ini berarti akan terjadi ganguan pada keseimbangan ekosistem laut. Dan hal ini tentu akan berdampak juga secara tidak langsung kepada manusia. Jika populasi menurun otomatis ikan lain yang bersimbiosis dengan hiu juga turun. Jika populasi ikan tersebut turun maka apa yang dimakan oleh ikan tersebut jumlahnya melimpah melebihi ambang batas. Hal tersebut akan merugikan ikan lain yang bermanfaat untuk manusia  sehingga pupulasinya menurun. Begitu seterusnya menjadi seperti efek domino yang ujungnya akan merugikan manusia juga. Oleh karena itu marilah kita lebih arif dan bijaksana lagi kepada alam. Mari bergabung untuk mengkampanyekan penghentian pengambilan sirip hiu, mengkritik restoranyang menyajikan sirip hiu, dan tentusaja stop untuk mengkonsumsi sirip hiu dengan kaos trendi. 

kaos kampanye stop shark finning

Rabu, 03 April 2013

Nobel untuk Protein Sang Ubur-ubur



Frog-GFP-dn14895-1 250

Kodok hasil rekayasa genetik dengan gen Ubur-ubur.
Siapa tak kenal ubur-ubur, hewan nyentrik nan indah berwarna-warni terlihat seperti memancarkan cahaya berkilauan. Hewan ini sering menjadi maskot makhluk laut, sampe-sampe Spongebob dan Patrick pun hobi berburu ubur-ubur. Dan siapa sangka hewan mungil ini mengantarkan tiga orang ilmuwan meraih hadiah Nobel bidang kimia tahun 2008 karena mengisolasi dan mengembangkan salah satu protein yang kini jadi favorit para ilmuwan di seluruh dunia, yaitu Green Fluorescent Protein (GFP).Protein ini memendarkan cahaya hijau ketika terpajan (exposed) pada cahaya biru. Dan gen pengkode protein ini telah dicoba diklonkan ke dalam sel makhluk hidup seperti bakteri, yeast, serangga dan bahkan manusia, untuk membuktikan bahwa suatu gen “alien” (asing) dapat diinsersi, diekspresikan dan dilewatkan.
Saat ini GFP telah digunakan dalam berbagai aplikasi, mulai dari mencari obat untuk menangani ketulian hingga membuat ANDi –primata pertama hasil rekayasa genetika– yang saat ini digunakan untuk mengembangkan pengobatan untuk penyakit Huntington. Bahkan GFP ini berpotensi digunakan untuk menemukan bahan tambang di lokasi pertambangan melalui bakteri yang dilabel GFP. GFP juga bisa berkelap-kelip pada temperatur yang berbeda-beda, sehingga berpotensi untuk digunakan sebagai termometer kecil. Sungguh luar biasa. Maka tak heran jika Osamu Shimomura (Marine Biological Laboratory, Woods Hole), Martin Chalfie (Columbia University, New York) dan Roger Tsien (the University of California, San Diego) menerima hadiah Nobel untuk jasa mereka.
Berikut ini adalah gambar-gambar terkait GFP yang sangat menarik yang diambil dari situs NewScientist.com

Aequorea victoria

Image: Markus Nolf, Wikimedia Commons
Image: Markus Nolf, Wikimedia Commons
Sebuah protein fluorescent dari ubur-ubur kristal (Aequorea victoria) yang tinggal di Samudera Pasifik Utara, membuat penemunya menerima anugerah Nobel bidang kimia.
Dengan menautkan gen yang mengkode Green Fluorescent Protein (GFP) dengan gen lain, para ilmuwan dapat melacak sel dan organisme secara rinci dan indah.

Warna-warni GFP

2 - fpbeachtsien
Image: Nathan Shaner, Paul Steinbach, Roger Tsien, Wikimedia Commons
GFP asli bekerja dengan baik pada luminisensi Ubur-ubur, tetapi para ilmuwan merasa kurang puas dan berusaha mengembangkan GFP ini selama dua dekade terakhir. Mereka melakukan teknik rekayasa genetika untuk membuat GFP berpendar lebih terang, lebih lama dan bahkan dengan warna-warni berbeda.
Gambar di atas bukanlah coretan crayon anak SD, tetapi merupakan goresan bakteri dalam cawan Petri yang mengekspresikan GFP dalam berbagai versi yang berbeda warna. Benar-benar keren!

GFP Pada Mencit

3 - mice
Image: University of Pennsylvania
Mencit pun kini sudah berhasil ‘dimodifikasi’ agar dapat berpendar seperti Ubur-ubur, mereka kini dapat mengekspresikan GFP di dalam setiap sel tubuhnya.

Macaca pun Bisa Hijau

4 - nature06975-f1
Image: Anthony Chan, Yerkes National Primate Research Center
Bahkan, organisme yang sangat kompleks seperti Macaca ini pun kini bisa ‘disusupi’ GFP. Para ilmuwan merekayasa beberapa rhesus Macaca untuk mengekspresikan GFP bersama dengan sebuah protein yang menyebabkan sang hewan menderita penyakit Huntington, sebuah penyakit neurodegeneratif. GFP digunakan untuk memastikan bahwa gen penyebab penyakit tadi telah ‘merasuk’ ke dalam tubuh monyet tadi.

Struktur 3D GFP

5 - protein gfp 1ema
Image: Alexander Brandt, Wikimedia Commons
GFP sendiri terdiri atas 238 asam amino. Bentuknya yang menyerupai gentong inilah yang menjadi kunci sifat fluoresensi yang dimiliki GFP.

GFP pada Yeast

6 - yeast membrane proteins
Image: Masur, Wikimedia Commons
Ragi kue/roti di atas mengaktifasi dua versi GFP yang berbeda pada membran permukaannya, yaitu GFP hijau dan merah.
Jika protein yang berwarna merah dan hijau sama-sama terekspresi di dalam sel, maka akan terlihat corak warna kekuningan. Sifat ini membantu para ilmuwan jika GFP digunakan untuk melacak dua protein yang berada di dalam lokasi yang sama di dalam sel.

Pelangi GFP

7 - brainbow-749458
Image: Jean Livet et al, Harvard University
Gambar di atas adalah sel-sel otak tikus –disebut brainbow– merupakan kombinasi antara protein ubur-ubur dan protein fluorescent koral.
Dengan mencampurkan protein fluorescent yang berwarna hijau, merah, kuning dan oranye, para ilmuwan dapat membuat hingga 90 warna yang berbeda. Palet warna ini dapat melacak jaringan yang rumit koneksi antara sel-sel otak.
Dengan begitu besarnya manfaat GFP dan luasnya aplikasi GFP dalam berbagai penelitian, maka pantaslah sang ilmuwan yang pertama kali menemukan manfaat besar protein ini untuk dianugerahi hadiah Nobel. Yang jelas manfaatnya akan makin terasa terutama dalam penelitian mengenai mekanisme penjangkitan dan pengobatan suatu penyakit. Tak sia-sia Allah SWT menciptakan sesuatu, pasti ada manfaatnya.

GFP dalam Studi Ekspresi Gen



GFP diisolasi dari Ubur-ubur untuk digunakan dalam studi ekspresi gen (image from nobelprize.org)
GFP diisolasi dari Ubur-ubur untuk digunakan dalam studi ekspresi gen (image from nobelprize.org)
GFP atau Green Fluorescent Protein adalah protein yang dapat berpendar yang secara alami dihasilkan oleh ubur-ubur. GFP kini digunakan secara luas dalam studi-studi ekspresi gen maupun mikroskopik karena aplikasinya yang relatif mudah. Hanya dengan adanya pendaran cahaya dapat menunjukkan bahwa gen yang kita teliti terekspresi. Hmm, bagaimana bisa?

Dalam artikel terdahulu telah disebutkan bahwa sang ubur-ubur atau Jellyfish telah menghantarkan 3 peneliti meraih hadiah Nobel bidang kimia tahun 2008. Mereka adalah Oshamu Shimomura yang memurnikan GFP dan mendeskripsikan sifat biofisik serta proses berpendarnya GFP, lalu Martin Chalfie yang beberapa tahun kemudian melaporkan keberhasilannya mengekspresikan gen GFP di dalam sel E. coli dan C. elegans, serta Roger Tsien yang berhasil memodifikasi warna pendaran hijau GFP menjadi bermacam warna yaitu cyan, biru dan kuning dengan cara mengubah satu asam amino pada GFP. Atas jasa mereka kini para peneliti sangat terbantu dalam melakukan studi ekspresi genetik.
Roger Tsien berhasil membuat GFP ubur-ubur berwarna-warni (image from scienceboard.net)
Roger Tsien berhasil membuat GFP ubur-ubur berwarna-warni (image from scienceboard.net)
GFP menjadi istimewa karena ia bersifat auto-katalitik, tidak membutuhkan kofaktor atau enzim lain agar ia bekerja. Selain itu GFP dapat digabung (fusi) dengan protein lain tanpa saling mengganggu fungsi masing-masing. Sehingga GFP dapat digunakan secara luas di berbagai organisme.
Pendaran GFP dapat diamati secara visual dengan bantuan mikroskop. Berikut ini beberapa teknik dalam aplikasi GFP.

Fusi Translasi

Teknik pertama dikenal dengan fusi translasi, dimana ORF (Open Reading Frame) GFP diklon di belakang ORF gen yang akan kita amati, sehingga nanti akan ditranslasi menjadi sebuah protein gabungan yang panjang. Jadi jika kita melihat pendaran GFP maka berarti protein yang kita amati pun terekspresi di situ. Cahaya fluorescent GFP dapat diamati dalam bentuk gambar diam maupun bergerak sehingga kita dapat mengetahui lokasi dan pergerakan protein di dalam sel.

Fusi Transkripsi

Teknik kedua disebut fusi transkripsi dimana ekspresi gen yang kita amati dan GFP digerakkan melalui promoter yang sama tetapi antara kedua gen tersebut diselingi oleh stop kodon, jadi ekspresinya berbarengan namun tetap menghasilkan dua protein terpisah. Dalam hal ini sel yang mengekspresikan gen pertama akan dipenuhi oleh GFP yang larut sehingga berpendar, dan bisa mendeteksi sel mana yang mengekspresikannya.

FLIP dan FRAP

Sel yang mengekspresikan GFP (image from bumc.bu.edu)
Sel yang mengekspresikan GFP (image from bumc.bu.edu)
Kita tahu bahwa suatu molekul mengemisikan cahaya fluorescent ketika ia tereksitasi, namun kondisi ini tidak berlangsung selamanya, dalam jangka waktu tertentu cahayanya akan redup dan padam. Nah, FLIP dan FRAP ini digunakan untuk mempelajari dinamika protein yang terlabel GFP. Caranya dengan bleach-out(memadamkan) daerah tertentu pada sel, kemudian dilihat berapa lama waktu yang diperlukan oleh protein terlabel protein untuk “merembes” kembali ke area gelap tadi, teknik ini yang disebut FRAP (Fluorescent Recovery After Photobleaching). Kita juga dapat mengamati seberapa besar penurunan intensitas fluorescent secara keseluruhan di bagian sel yang lain ketika protein yang sudah diphotobleach tadi terdifusi, atau disebut FLIP (Fluorescent Loss in Photobleaching).

FRET

FRET atau fluorescence resonance energy transfer sudah banyak diaplikasikan dalam beberapa teknik seperti Real Time PCR. Prinsipnya yaitu dengan memanfaatkan dua buah fluophore (zat yang dapat berfluorescent) yang mana fluorophore pertama memiliki spektrum emisi yang tumpang tindih dengan spektrum eksitasi fluorophore kedua. Jadi ketika fluorophore pertama memancarkan cahaya fluorescent, otomatis yang kedua pun akan tereksitasi dan memancarkan fluorescent. Dalam aplikasinya, dua buah protein dilabel dengan dua macam GFP yang memenuhi kriteria FRET tadi. Kemudian sel ditembak dengan laser yang dapat mengeksitasi hanya fluorophore pertama. Dengan demikian jika protein kedua ada dekat dengan protein pertama, otomatis akan terdeteksi juga karena memancarkan cahaya yang berbeda.
Bagaimana, apakah Anda pernah mempunyai pengalaman riset dengan GFP?
Sumber: Bitesizebio.com

Jumat, 31 Agustus 2012

Keren! Panorama Planet Mars yang di Ambil Robot Curiosity


13464755911445501863
Panorama Planet Mars (Gunung Sharp) diambil oleh Robot Curiosity. sumber: NASA
Setelah diberitakan sukses mendarat di Planet Mars Wahana antariksa Mars Science Laboratory (MSL) beserta robot Curiosity melakukan aktivitasnya untuk mengeksplorasi planet merah tersebut. Seperti yang diberitakan, NASA meinginformasikan keberhasilan pendaratan robot ini melalui akun twitternya "Pendaratan @MarsCuriosity dikonfirmasi. Foto pertama yang diambil robot canggih ini menampakkan bayangan tubuh dan salah satu rodanya.



Luar biasa, keberhasilan pendaratan robot ini sudah bisa kita nikmati. Salah satunya adalah foto berwarna panorama pandangan 360 derajat dari situs pendaratan robot di Planet Mars. Hasil pemotretan yang diambil menggunakan kamera 34 milimeter oleh robot ini dikeluarkan NASA 27 Agustus 2012.



Seperti yang di beritakan oleh MSL NASA, dalam foto tersebut nampak bagian tertinggi Gunung Sharp sekitar 12 mil (20 km) jauhnya dari lokasi robot. Dalam foto tersebut didominasi warna merah-jingga sesuai dengan nama julakan planet ini. Lahan seperti gurun di bumi, dengan kondisi berpasir dan bebatuan berukuran kecil hingga sedang terlihat pada foto ini.



Situs website panoramas membuat foto yang dikeluarkan oleh NASA ini menjadi lebih menarik. Foto dapat di tampilkan penuh layar dan dapat diputar 360 derajat. Dengan demikian kita dapat menikmati panorama planet mars seolah-olah berada di planet mars.

Setiyo Prajoko
facebook-twitter-blog

Jumat, 25 Mei 2012

Belajar Invertebrata Bersama Spongebob!


Tokoh profil film animasi Spongebob Squarepants (sumber:http://spongebob.nick-asia.com/)
Spongebob Squarepants (sumber: http://spongebob.nick-asia.com/)

Geli rasanya membaca tweet salah seorang teman saya di jejaring sosial twitter. “Ayah yang baik adalah yang rela mengalah (menonton TV) pada anaknya demi makhluk ga jelas, kotak, kecil, kuning, berlubang-lubang” begitulah ujarnya dalam jejaring sosial tersebut. Ya, film serial animasi Spongebob Squarepants merupakan film kartun yang digemari oleh anak-anak. Saking gandrungnya anak-anak pada film ini, sampai-sampai para orang tua merasa jengkel dan harus mengalah pada anaknya, karena pada jam yang bersamaan di stasiun TV lain tengah berlangsung acara berita yang menjadi kesukaan para orang tua. Tak heran rebutan remot TV antara anak dan orang tua bisa saja terjadi.
Namun bagi saya, film animasi yang diciptakan oleh Stephen Hillenburg (seorang animator dan ahli biologi laut) ini adalah sumber inspirasi bagi saya untuk menciptakan pembelajaran biologi yang inovatif. Saya merasa perlu untuk memberikan pembelajaran yang berbeda dari yang biasnya pada materi pelajaran tentang hewan-hewan Invertebrata (hewan tidak bertulang belakang). Pasalnya, karakteristik materi ini bersifat abstrak dan hafalan. Bersifat abstrak karena siswa jarang menjumpai hewan ini terutama hewan yang hidup di dasar laut. Nama ilmiah hewan yang begitu banyak juga menyulitkan siswa untuk menghafalnya.

Film Spongebob Squarepants sendiri menceritakan tentang kehidupan makhluk laut dengan tokoh utama Spongebob. Makhluk kotak bewarna kuning ini terkesan konyol, lucu memiliki sifat ceria, optimis dan selalu berprasangka baik kepada teman-temannya. Kalau kita mencermati tokoh-tokoh dalam film ini sebagian besar adalah contoh dari spesies invertebrata. Bahkan Spongebob yang menjadi tokoh utama dalam film ini merupakan contoh spesies dari Filum Porifera. Selain itu terdapat Mr. Crabs, Pattrick, Squidword dan Jelly Fish yang merupakan contoh spesies invertebrata filum Arthropoda, Echinodermata, Mollusca dan Cnidaria.

Adanya kemiripan tokoh film ini dengan materi invertebrata membuat saya berpikir untuk membuat perangkat pembelajaran inovatif berbasis tokoh film ini. Tokoh dalam film ini saya gunakan untuk sebagai bahan apersepsi dan brand untuk filum-filum hewan invertebrata yang ditampilkan sebagai pengantar masalah pada LKS. Untuk mengkonkretkan materi pelajaran, saya menggunakan video-video yang saya unduh dari youtube kemudian saya edit menggunakan perangkat lunak Magix video editor untuk disesuaikan dengan LKS. Model pembelajaran berbasis masalah menjadi pilihan saya untuk melatih siswa untuk berpikir tingkat tinggi proses pemecahan masalah. Selesai sudah perangkat pembelajaran berbasis tokoh film Spongebob.

Luar biasa, saya menyaksikan siswa begitu antusias saat mengikuti pelajaran menggunakan perangkat yang sudah saya buat ini. Siswa mulai termotivasi mengikuti pembelajaran ketika saya melakukan apersepsi dengan film pembuka Spongebob. Siswa semakin penasaran ketika saya menanyakan “Adakah makhluk hidup yang bernama Spongebob di alam ini?”. Mereka pun seperti tidak percaya jika makhluk hidup bernama spongebob itu benar-benar ada di alam ini. Kemudian saya berikan LKS dan memutar film yang sudah saya buat. Teknologi komputer, projektor LCD, dan smart-board (touch board) benar-benar membantu saya dalam proses pembelajaran. Selanjutnya terdapat kegiatan diskusi kelompok untuk mencari solusi dari permasalahan yang saya sajikan di LKS dan presentasi hasil diskusi. Selama kegiatan pembelajaran tidak ada siswa yang bosan, mengantuk, atau tertidur. Saya sendiri puas dengan proses pembelajaran pada hari itu.

Kepuasan saya berlanjut, ketika melihat hasil ulangan harian pada materi ini semuanya tuntas dari KKM sementara sekolah menetapkan skor yang cukup tinggi sebesar 75. Bukan hanya itu saja, dengan pembelajaran berbasis Spongebob ini saya mendapatkan juara I Biology Teaching Competition di Universitas Negeri Semarang (UNNES) tahun 2010. Pada tahun 2012 ini saya juga mendapatkan juara III lomba pengembangan Subject Specific Pedagogy (SSP) di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Puji syukur saya panjatkan kepada Allah SWT atas nikmat dan karunia yang telah diberikan. Akhirnya, ide ini berlanjut ke penelitian untuk tesis program pascasarjana saya di Universitas Sebelas Maret (UNS), Surakarta.

Demikian pengalaman pembelajaran biologi saya, semoga dapat menginspirasi bagi pembaca. Silahkan bagi teman yang menginginkan perangkat pembelajaran dapat mengunduhnya: Silabus, RPP, LKS, Penilaian dan film dokumenter.
contoh: film dokumenter filum porifera
Setiyo Prajoko, S.Pd
Guru Biologi SMAN SBBS, Sragen
facebook - twitter  - blog

Selasa, 22 Mei 2012

Catatan Kecil untuk memahami kesetiaan dari Capung




Capung berkembangbiak dengan bertelur. Dia meletakkan telurnya di tempat yang aman di dalam air, biasanya di helai-helai daun tumbuhan air. Capung hanya mau meletakkan telurnya di perairan yang masih bersih dan bebas dari polusi. Itulah kenapa keberadaan capung seringkali dijadikan sebagai bioindikator untuk menentukan kualitas air dalam sebuah kawasan.
Tentang capung kami jadi ingat salah satu tayangan Discovery Channel. Cara capung meletakkan telur itu begitu membuat saya terharu. Pada umumnya capung adalah binatang yang setia. Setelah perkawinan begitu capung betina mengandung telur, capung jantan pasangannya selalu mengikutinya kemana pun dia pergi. Ketika capung betina hendak meletakkan telurnya maka itu adalah saat yang sangat berbahaya bagi keselamatan jiwanya. Sewaktu dia berkonsentrasi untuk mengeluarkan telur-telurnya dia bisa kehilangan kewaspadaan dan menjadi sasaran empuk bagi predator semacam burung. Maka untuk melindunginya, capung jantan akan terbang di atasnya supaya apabila ada predator yang mengincar maka dirinyalah yang dimakan dan bukannya capung betina.
Apakah capung juga mengenal cinta dan pengorbanan untuk kekasihnya saya tidak tahu tapi yang jelas hal itu membuat saya terharu dan menaruh respek yang mendalam terhadap binatang kecil bernama capung itu.

Selasa, 17 April 2012

Nyata! Kisah Menggelikan Pengawas UN


Ilustrasi

Menjadi pengawas Ujian Nasional 2012 memberikan pengalaman menggelikan tersendiri bagi teman saya. Peristiwa ini dimulai ketika teman saya ditunjuk menjadi pengawas Ujian Nasional di sebuah SMA swasta di daerah pelosok. Pada saat itu merupakan hari kedua Ujian Nasional dengan jadwal mata pelajaran yang diujikan adalah bahasa inggris. Teman saya berangkat pagi-pagi dari rumah agar tidak terlambat sampai sekolah. Seperti biasa dilakukan apel pagi untuk pengawas sebelum ujian di mulai. Bel masuk ruangan pun berbunyi, siswa dan pengawas masuk ruangan. Sebelum memulai Ujian siswa bedoa kemudian dibagikan lembar jawab dan dibimbing untuk mengisi identitas terlebih dahulu. Namun ada satu siswa yang memulai tingkah laku yang aneh.
Adalah Paino (bukan nama sebenarnya) duduk di bangku kolom ke empat dari pintu baris kedua, siswa ini mengeluarkan benda semacam kain bewarna hijau. Kain tersebut dililitkan ke pensil yang akan digunakan menjawab soal. Digenggamnya erat-erat pensil yang terlilit kain itu dan terlihat mulutnya komat-kamit membaca sesuatu. Karena belum dimulai ujiannya teman saya membiarkan siswa tersebut.
Tepat jam 8.00 WIB bel tanda dimulainya mengerjakan ujian berdering. Ujian dimulai dengan soal listening terlebih dahulu. Teman saya melihat siswa ini masih saja melakukan aktivitas seperti sebelumnya sampai ujian listening sudah berlangsung selama lima menit, Paino sama sekali tidak membuka soalnya. Teman saya meperingatkan kepada siswa tersebut untuk membuka soal dan mengerjakannya, namun dengan santai dia malah mengisi identitas bukannya mengerjakan soal. Sembari mengangkat  tangan dengan telapak terbuka siswa tersebut berkata “nyantai aja pak”. Seketika teman saya terdiam dan membiarkan siswa tersebut.
Paino mulai mengerjakan soal, herannya, soal hanya dibuka sekilas saja dan seperti tidak membaca dengan serius. Waktu mengerjakan ujian sekitar kurang 30 menit lagi, teman saya melihat ada beberapa siswa yang mulai menoleh kekanan dan kekiri. Hebatnya, Paino tidak banyak tingkah untuk menanyakan jawaban keteman lain. Bel satu kali berbunyi menandakan waktu kurang lima menit, semua siswa mulai membereskan pekerjaannya. Begitu pula Paino juga mulai berkemas, tiba-tiba teman sebelahnya melihat LJK Paino. Dia kaget melihat LJK yang jumlahnya 50 nomor terisi semua. Langsung saja temanya mengingatkan paino,”mas, soale mung patang puluh kok jawabanmu tekan seket (mas jumlah soalnya hanya 40, kok jawaban kamu sampai 50”. Sontak saja Paino kaget dan mengecek soalnya, “oalah iya” langsung saja 10 jawaban terkhir dihapusnya. Kejadian tersebut membuat teman saya heran dan tertawa sendiri melihat tingkah laku anak ini.
Memang ada-ada saja tingkah laku siswa untuk menghadapi UN. Dari uraian di atas jelas saja mengundang gelak tawa karena tingkah laku Paino yang entah mendapat petunjuk dari siapa melakukan ritual aneh sebelum mengerjakan UN namun malah salah kaprah. Boleh jadi kejadian tersebut bisa di bilang syirik jika melakukan ritual yang disarankan oleh dukun. Padahal Rasulullah bersabda  "Barangsiapa mendatangi dukun peramal dan bertanya kepadanya tentang sesuatu (lalu mempercayainya) maka shalatnya selama empat puluh malam tidak akan diterima". (HR. Muslim). Semoga kejadian ini menjadi hikmah bagi kita semua. Hari gini masih percaya dukun? Kasihan!
Oleh: Setiyo Prajoko, Sragen
facebook - twitter - blog



Senin, 27 Februari 2012

Selamat Jalan Akhmad Fajar...

Akhmad Fajar (alm)
Pagi ini Selasa 28 Februari 2012 sangat cerah. Namun kecerahan itu sirna melihat wajah guru-guru yang berduka setelah mendengar kabar meninggalnya salah satu alumni SMA N SBBS Akhmad Fajar (innalillahi wainailaihi rajiuun). Berita ini pun tersebar melalui akun teman-temannya di jejaring sosial. Informasi yang saya baca melalui jejaring sosial (yudhi Sulistya alumni XII A), dia meninggal hari Senin malam karena sakit paru-paru. Rencananya siang ini ba’da Shalat Dhuhur guru beserta siswa akan melakukan Sholat ghaib untuk (alm) Akhmad Fajar. 

Akhmad Fajar (alm) bagi saya adalah anak yang pendian namun pandai. Nilai mata pelajaran biologinya lumayan bagus, dia pernah mendapatkan nilai 91 pada ulangan harian biologi. Selain itu prestasinya yang tidak kalah membanggakan adalah lulus SMAN SBBS dengan rata-rata nilai semua mata pelajaran 8.6. Hebatnya nilai murni Ujian Nasional 2011 Bahasa Indonesia 8.80, Bahasa Inggris 8.00, Matematika 8.75, Kimia 9.25, dan Biologi 8.50. 

Setelah mendengar kabar duka ini, saya teringat pada dokumen yang berisi kesan dan pesan yang pernah ditulisnya. Kala itu hari terakhir pelajaran biologi, saya menyuruh semua siswa untuk menuliskan kesan dan pesan mereka selama belajar biologi dengan saya. Berikut ini adalah pesan dan kesan yang dituliskan (alm) Ahmad Fajar untuk saya:
pesan dan kesan yang pernah di tulis Akhmad Fajar
 Pesan dan kesan singkat ini berisi ucapan terima kasih, permintaan maaf dan motivasi. Sebelumnya dia menuliskan beberapa pokok bahasan materi biologi yang belum dikuasai sebelum Ujian Nasional. Kala itu memang semua siswa saya suruh menuliskan pokok bahasan materi biologi yang belum dimengerti untuk kemudian dibahas bersama-sama. Alhamdulillah dengan perjuangannya, akhinya dia mendapatkan nilai UN murni mata pelajaran biologi yang memuaskan. 

Akhirnya, kita menyadari umur manusia hanya Allah yang tahu. Kabar duka ini menjadi peringatan dan hikmah bagi kita semua untuk terus meningkat iman dan taqwa kita kepad Allah, Tuhan semesta alam. Kita doakan semoga almarhum diterima amal ibadahnya dan diampuni segala dosa-dosanya. Bagi keluarga yang ditinggalkan, semoga diberi ketabahan dan kesabaran.
------ selamat jalan Ahmad Fajar -------

Salam 
Guru Biologi

Senin, 12 Desember 2011

Jangan Benci Aku, Mama...


Dua puluh tahun yang lalu aku melahirkan seorang anak laki-laki, wajahnya lumayan tampan namun terlihat agak bodoh. Hasan, suamiku, memberinya nama Erik. Semakin lama semakin nampak jelas bahwa anak ini memang agak terbelakang. Aku berniat memberikannya kepada orang lain saja atau dititipkan di panti asuhan agar tidak membuat malu keluarga kelak.

Namun suamiku mencegah niat buruk itu. Akhirnya dengan terpaksa kubesarkan juga. Di tahun kedua setelah Erik dilahirkan, akupun melahirkan kembali seorang anak perempuan yang cantik mungil. Kuberi nama Angel. Aku sangat menyayangi Angel, demikian juga suamiku. Seringkali kami mengajaknya pergi ke taman hiburan & membelikannya pakaian anak-anak yang indah-indah.

Namun tidak demikian halnya dengan Erik. Ia hanya memiliki beberapa stel pakaian butut. Suamiku sebenarnya sudah berkali-kali berniat membelikannya, namun aku selalu melarangnya dengan dalih penghematan uang keluarga. Suamiku selalu menuruti perkataanku.

Saat usia Angel 2 tahun, Suamiku meninggal dunia. Erik sudah berumur 4 tahun kala itu. Keluarga kami menjadi semakin miskin dengan hutang yang semakin menumpuk. Akhirnya aku mengambil sebuah tindakan yang akan membuatku menyesal seumur hidup. Aku pergi meninggalkan kampung kelahiranku bersama Angel. Erik yang sedang tertidur lelap kutinggalkan begitu saja.

Kemudian aku memilih tinggal di sebuah rumah kecil setelah tanah kami laku terjual untuk membayar hutang. Setahun, 2 tahun, 5 tahun, 10 tahun.......... telah berlalu sejak kejadian itu.

Kini Aku telah menikah kembali dengan Beni, seorang pria dewasa yang mapan. Usia pernikahan kami telah menginjak tahun kelima. Berkat Beni, sifat-sifat burukku yang semula pemarah, egois, dan tinggi hati, berubah sedikit demi sedikit menjadi lebih sabar dan penyayang.

Angel kini telah berumur 12 tahun dan kami menyekolahkannya di asrama putri sekolah perawatan. Tidak ada lagi yang ingat tentang Erik dan tidak ada lagi yang mengingatnya. Sampai suatu malam. Malam di mana aku bermimpi tentang seorang anak. Wajahnya agak tampan namun tampak pucat sekali. Ia melihat ke arahku. Sambil tersenyum ia berkata, "Tante, Tante kenal mama caya? caya lindu cekali cama Mama!"

Setelah berkata demikian ia mulai beranjak pergi, namun aku menahannya,
"Tunggu..., sepertinya saya mengenalmu. Siapa namamu anak manis?"
"Nama caya Elik, Tante."
"Erik? Erik... Ya Tuhan! Kau benar-benar Erik?"

Aku langsung tersentak bangun. Rasa bersalah, sesal dan berbagai perasaan aneh lainnya menerpaku saat itu juga. Tiba-tiba terlintas kembali kisah ironis yang terjadi dulu, seperti sebuah film yang sedang diputar di kepala. Baru sekarang aku menyadari betapa jahatnya perbuatanku dulu. Rasanya seperti mau mati saja saat itu.

Ya, sepertinya saya memang harus mati..., mati..., mati... Ketika tinggal seinchi jarak pisau yang akan saya goreskan ke pergelangan tangan, tiba-tiba bayangan Erik melintas kembali di pikiranku. Ya Erik, Mama akan menjemputmu Erik...sabar ya nak...."

Sore itu aku memarkir mobil biruku di samping sebuah gubuk, dan Beni suamiku dengan pandangan heran menatapku dari samping. "Maryam, apa yang sebenarnya terjadi?"

"Oh, suamiku, kau pasti akan membenciku setelah kuceritakan hal yang telah kulakukan dulu." tetapi aku menceritakannya juga dengan terisak-isak.

Ternyata Tuhan sungguh baik kepadaku. Ia telah memberikan suami yang begitu baik dan penuh pengertian. Setelah tangisku reda, aku pun keluar dari mobil diikuti oleh suami dari belakang. Mataku menatap lekat pada gubuk yang terbentang dua meter didepan. Aku mulai teringat betapa gubuk itu pernah kutempati beberapa tahun lamanya dan Erik..... Erik......

Aku meninggalkan Erik di sana 10 tahun yang lalu. Dengan perasaan sedih aku pun berlari menghampiri gubuk tersebut dan membuka pintu yang terbuat dari bambu itu. Gelap sekali... Tidak terlihat sesuatu apa pun! Perlahan mataku mulai terbiasa dengan kegelapan dalam ruangan kecil itu.

Namun aku tidak menemukan siapa pun juga di dalamnya. Hanya ada sepotong kain bututtergeletak di lantai tanah. Aku mengambil seraya mengamatinya dengan seksama... Mataku mulai berkaca-kaca, aku mengenali betul potongan kain tersebut, itu bekas baju butut yang dulu dikenakan Erik sehari-hari, baju butut yang kadang aku sendiri jijik mencucinya......

Beberapa saat kemudian, dengan perasaan yang sulit dilukiskan, aku pun keluar dari ruangan itu... Air mataku mengalir dengan deras. Saat itu aku hanya diam saja. Sesaat kemudian aku dan suami mulai menaiki mobil untuk meninggalkan tempat tersebut. Namun, tiba - tiba aku melihat seseorang di belakang mobil kami. Aku sempat kaget sebab suasana saat itu gelap sekali. Kemudian terlihatlah wajah orang itu yang demikian kotor.

Ternyata ia seorang wanita tua. Kembali aku tersentak kaget manakala ia tiba-tiba menegur saya dengan suaranya yang parau.
"Heii...! Siapa kamu?! Mau apa kau ke sini?!"

Dengan memberanikan diri, aku pun bertanya, "Ibu, apa ibu kenal dengan seorang anak bernama Erik yang dulu tinggal di sini?"

Tiba - tiba Ia menjawab, "Kalau kamu ibunya, kamu sungguh perempuan terkutuk! Tahukah kamu, 10 tahun yang lalu sejak kamu meninggalkannya di sini, Erik terus menunggu ibunya seraya memanggil, 'Mamaaa..., Mamaaa!'

Karena tidak tega, saya terkadang memberinya makan & mengajaknya tinggal bersama saya. Walaupun saya orang miskin dan hanya bekerja sebagai pemulung sampah, namun saya tidak akan meninggalkan anak saya seperti itu! Tiga bulan yang lalu Erik meninggalkan secarik kertas ini. Ia belajar menulis setiap hari selama bertahun-tahun hanya untuk menulis ini untukmu....."

Saya pun membaca tulisan di kertas itu...
"Mama, mengapa Mama tidak pernah kembali lagi...? Mama benci ya sama Erik? Ma...., biarlah Erik yang pergi saja, tapi Mama harus berjanji ya, kalau Mama tidak akan benci lagi sama Eric. Udah dulu ya Ma, Erik sayaaaang sama Mama, ......"

Aku menjerit histeris membaca surat itu. "Bu, tolong katakan... katakan di mana ia sekarang? Aku berjanji akan meyayanginya sekarang! Aku tidak akan meninggalkannya lagi, Bu! Tolong katakan..!!" Suamiku memeluk tubuhku yang bergetar sangat keras.

"Nyonya, semua sudah terlambat. Sehari sebelum nyonya datang, Erik telah meninggalkan dunia. Ia meninggal persis di belakang gubuk ini. Tubuhnya sangat kurus, ia sangat lemah. Hanya demi menunggumu ia rela bertahan di belakang gubuk ini tanpa ia berani masuk ke dalamnya. Ia takut apabila Mama-nya datang, Mama-nya akan pergi lagi bila melihatnya ada di dalam sana ...

Ia hanya berharap dapat melihat Mamanya dari belakang gubuk ini... Meskipun hujan deras, dengan kondisinya yang lemah ia terus bersikeras menunggu Nyonya disana. Nyonya, dosa Anda sungguh tidak terampuni!"

Aku kemudian pingsan dan tidak ingat apa-apa lagi.
sumber:http://situslakalaka.blogspot.com

Minggu, 04 Desember 2011

Keutamaan Bulan Muharram


Hari-hari ini kita telah memasuki bulan Muharram tahun 1433 Hijriah.  Seakan tidak terasa, waktu berjalan dengan cepat, hari berganti hari, pekan, bulan, dan tahun berlalu silih berganti seiring dengan bergantinya siang dan malam. Bagi kita, barangkali tahun baru ini tidak seberapa berkesan karena negara kita tidak menggunakan kalender Hijriah, tetapi Masehi. Dan yang akrab dalam keseharian kita adalah hitungan kalender Masehi. Tanggal lahir, pernikahan, masuk dan libur kantor dan sebagainya. Akan tetapi sebagai seorang muslim kita perlu untuk sejenak menghayati beberapa hal yang terkait dengan penanggalan Islam ini. Beberapa hal yang seyogyanya kita jadikan renungan itu adalah :
1. Syukur atas Usia yang diberikan Allah
Umur adalah nikmat yang diberikan Allah pada kita, dan jarang kita syukuri. Betapa banyak orang yang kita kenal, baik teman, sahabat , keluarga, guru, atau siapa pun yang kita kenal, tahun lalu masih hidup bersama kita. Bergurau, berkomunikasi, mengajar, menasehati atau melakukan aktifitas hidup sehari-hari, namun tahun ini dia telah tiada. Dia telah wafat, menghadap Allah Suhanahu wa ta’ala dengan membawa amal shalehnya dan mempertanggungjawabkan kesalahannya. Sementara kita saat ini masih diberi Allah kesempatan untuk bertaubat, memperbaiki kesalahan yang kita perbuat, menambah amal shaleh sebagai bekal menghadap Allah.
Umur yang kita hitung pada diri kita seringkali kita tetapkan berdasarkan hitungan kalender Masehi. Dan hitungan atau jumlah usia kita tentu akan lebih sedikit bila dibandingkan dengan hitungan yang mengacu pada kalender hijriyah. Sementara, lepas dari masalah ajal yang akan datang menjemput sewakatu-waktu, terkadang kita menganggap usia kita yang dibanding Rasulullah saw. yang wafat pada usia 63 tahun, kita merasa masih jauh dari angka itu. Padahal bisa jadi hitungan umur kita telah lebih banyak dari yang kita tetapkan. Karena itu sangat tidak layak apabila seseorang yang masih diberi kesehatan, kelapangan rizki dan kesempatan untuk beramal lalai bersyukur pada Allah dengan mengabaikan perintah-perintahNya serta sering melanggar larangan-laranganNya.
2. Muhasabah (introspeksi diri) dan istighfar.
Ini adalah hal yang penting dilakukan setiap muslim. Karena sebuah kepastian bahwa waktu yang telah berlalu tidak mungkin akan kembali lagi, sementara disadari atau tidak kematian akan datang sewaktu-waktu dan yang bermanfaat saat itu hanyalah amal shaleh. Apa yang sudah dilakukan sebagai bentuk amal shaleh? Sudahkah tilawah al-Qur’an, sedekah dan dzikir kita menghapuskan kesalahan-kesalahan yang kita lakukan? Malam-malam yang kita lewati, lebih sering kita gunakan untuk sujud kepada Allah, meneteskan air mata keinsyafan ataukah lebih banyak untuk begadang menikmati tayangan-tayangan sinetron, film dan sebagainya dari televisi? Langkah-langkah kaki kita, kemana kita gunakan? Dan sebagainya. Pertanyaan-pertanyaan semacam ini selayaknya menemani hati dan pikiran seorang muslim yang beriman pada Allah dan Hari Akhir, lebih-lebih dalam suasana pergantian tahun seperti sekarang ini. Pergantian tahun bukan sekedar pergantian kalender di rumah kita, namun peringatan bagi kita apa yang sudah kita lakukan tahun lalu, dan apa yang akan kita perbuat esok.
Allah berfirman :
(( يا أيها الذين آمنوا اتقوا الله ولتنظر نفس ما قدمت لغد واتقوا الله إن الله خبير بما تعملون ))
Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah Setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. Al Hasyr: 18).
Ayat ini memperingatkan kita untuk mengevaluasi perbuatan yang telah kita lakukan pada masa lalu agar meningkat di masa datang yang pada akhirnya menjadi bekal kita pada hari kiamat kelak.
Rasulullah sallAllaahu 'alaihi wasallam bersabda : "Orang yang cerdas adalah orang yang menghitung-hitung amal baik (dan selalu merasa kurang) dan beramal shaleh sebagai persiapan menghadapi kematian".

Dalam sebuah atsar yang cukup mashur dari Umar bin Khaththab radiyAllaahu 'anh beliau berkata :
"Hitunglah amal kalian, sebelum dihitung oleh Allah"
3. Mengenang Hijrah Rasulullah sallAllaahu 'alaihi wassalam
Sebenarnya dalam kitab Tarikh Ibnu Hisyam dinyatakan bahwa keberangkatan hijrah Rasulullah dari Mekah ke Madinah adalah pada akhir bulan Shafar, dan tiba di Madinah pada awal bulan Rabiul Awal. Jadi bukan pada tanggal 1 Muharram sebagaimana anggapan sebagian orang. Sedangkan penetapan Bulan Muharram sebagai awal bulan dalam kalender Hijriyah adalah hasil musyawarah pada zaman Khalifah Umar bin Khatthab ra tatkala mencanangkan penanggalan Islam. Pada saat itu ada yang mengusulkan Rabiul Awal sebagai l bulan ada pula yang mengusulkan bulan Ramadhan. Namun kesepakatan yang muncul saat itu adalah bulan Muharram, dengan pertimbangan pada bulan ini telah bulat keputusan Rasulullah saw untuk hijrah pasca peristiwa Bai’atul Aqabah, dimana terjadi bai’at 75 orang Madinah yang siap membela dan melindungi Rasulullah SAW, apabila beliau datang ke Madinah. Dengan adanya bai'at ini Rasulullah pun melakukan persiapan untuk hijrah, dan baru dapat terealisasi pada bulan Shafar, meski ancaman maut dari orang-orang Qurais senantiasa mengintai beliau.
Peristiwa hijrah ini seyogyanya kita ambil sebagai sebuah pelajaran berharga dalam kehidupan kita. Betapapun berat menegakkan agama Allah, tetapi seorang muslim tidak layak untuk mengundurkan diri untuk berperan didalamnya. Rasulullah SAW, akan keluar dari rumah sudah ditunggu orang-orang yang ingin membunuhnya. Begitu selesai melewati mereka, dan harus bersembunyi dahulu di sebuah goa,masih juga dikejar, namun mereka tidak berhasil dan beliau dapat meneruskan perjalanan. Namun pengejaran tetap dilakukan, tetapi Allah menyelamatkan beliau yang ditemani Abu Bakar hingga sampai di Madinah dengan selamat. Allah menolong hamba yang menolong agamaNya. Perjalanan dari Mekah ke Madinah yang melewati padang pasir nan tandus dan gersang beliau lakukan demi sebuah perjuangan yang menuntut sebuah pengorbanan. Namun dibalik kesulitan ada kemudahan. Begitu tiba di Madianah, dimulailah babak baru perjuangan Islam. Perjuangan demi perjuangan beliau lakukan. Menyampaikan wahyu Allah, mendidik manusia agar menjadi masyarakat yang beradab dan terkadang harus menghadapi musuh yang tidak ingin hadirnya agama baru. Tak jarang beliau turut serta ke medan perang untuk menyabung nyawa demi tegaknya agama Allah, hingga Islam tegak sebagai agama yang dianut oleh sebagian besar penduduk dunia saat itu. Lalu sudahkah kita berbuat untuk agama kita?
4. Kalender Hijriyah adalah Kalender Ibadah kita
Barangkali kita tidak memperhatikan bahwa ibadah yang kita lakukan seringkali berkait erat dengan penanggalan Hijriyah. Akan tetapi hari yang istimewa bagi kebanyakan dari kita bukan hari Jum’at, melainkan hari Minggu. Karena kalender yang kita pakai adalah Kalender Masehi. Dan sekedar mengingatkan, hari Minggu adalah hari ibadah orang-orang Nasrani. Sementara Rasulullah saw menyatakan bahwa hari jum’at adalah sayyidul ayyam (hari yang utama diantara hari yang lain). Demikian pula penetapan hari raya kita, baik Idul Adha maupun Idul Fitri pun mengacu pada hitungan kalender Hijriyah. Wukuf di Arafah yang merupakan satu rukun dalam ibadah haji, waktunya pun berpijak pada kalender hijriah. Begitu pula awal Puasa Ramadhan, puasa ayyamul Bidh ( tanggal 13,14,15 tiap bulan) dan sebagainya mengacu pada Penanggalan Hijriah. Untuk itu seyogyanya bagi setiap muslim untuk menambah perhatiannya pada Kalender Islam ini.
5. Beberapa Keutamaan dan Peristiwa di Bulan Muharram

a. Bulan Haram
Muharram, yang merupakan bulan pertama dalam Kalender Hijriyah, termasuk diantara bulan-bulan yang dimuliakan (al Asy- hurul Hurum). Sebagaimana firman Allah Ta’ala :
"Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah diwaktu Dia menciptakan lanit dan bumi, diantaranya terdapat empat bulan haram." (Q.S. at Taubah :36).

Dalam hadis yang dari shahabat Abu Hurairah radiyAllaahu 'anh, Rasulullah sallAllaahu 'alaihi wassalam bersabda :
“Sesungguhnya zaman itu berputar sebagaiman bentuknya semula di waktu Allah menciptakan langit dan bumi. Setahun itu ada dua belas bulan diantaranya terdapat empat bulan yang dihormati : 3 bulan berturut-turut; Dzul Qo’dah, Dzul Hijjah, Muharram dan Rajab Mudhar, yang terdapat diantara bulan Jumada tsaniah dan Sya’ban.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Pada keempat bulan ini Allah melarang kaum muslimin untuk berperang. Dalam penafsiran lain adalah larangan untuk berbuat maksiat dan dosa. Namun bukan berarti berbuat maksiat dan dosa boleh dilakukan pada bulan-bulan yang lain.
Sebagaimana ayat Al Qur’an yang memerintahkan kita menjaga Shalat Wustha, yang banyak ahli Tafsir memahami shalat wustha adalah Shalat Ashar. Dalam hal ini, shalat Ashar mendapat perhatian khusus untuk kita jaga.
Firman Allah : "Peliharalah segala shalat mu, dan peliharalah shalat wustha" (Q.S. al Baqarah :238)
Nama Muharram secara bahasa, berarti diharamkan. Maka kembali pada permasalahan yang telah dibahas sebelumnya, hal tersebut bermakna pengharaman perbuatan-perbuatan yang dilarang Allah memiliki tekanan khusus untuk dihindari pada bulan ini.
b. Bulan Allah
Bulan Muharram merupakan suatu bulan yang disebut sebagai “syahrullah” (Bulan Allah) sebagaimana yang disampaikan Rasulullah SAW, dalam sebuah hadis. Hal ini bermakna bulan ini memiliki keutamaan khusus karena disandingkan dengan lafdzul Jalalah (lafadz Allah). Para Ulama menyatakan bahwa penyandingan sesuatu pada yang lafdzul Jalalah memiliki makna tasyrif (pemuliaan), sebagaimana istilah baitullah, Rasulullah, Syaifullah dan sebagainya.
Rasulullah bersabda : “Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa di bula Allah (yaitu) Muharram. Sedangkan shalat yang paling utama setelah shalat fardhu adalah shalat malam”. (H.R. Muslim)
c. Sunnah Berpuasa
Di bulan Muharram ini terdapat sebuah hari yang dikenal dengan istilah Yaumul 'Asyuro, yaitu pada tanggal sepuluh bulan ini. Asyuro berasal dari kata Asyarah yang berarti sepuluh.
Pada hari Asyuro ini, terdapat sebuah sunah yang diajarkan Rasulullah saw. kepada umatnya untuk melaksanakan satu bentuk ibadah dan ketundukan kepada Allah Ta’ala. Yaitu ibadah puasa, yang kita kenal dengan puasa Asyuro. Adapun hadis-hadis yang menjadi dasar ibadah puasa tersebut, diantaranya :
1.  Diriwayatkan dari Abu Qatadah radiyAllaahu 'anh, Rasulullah sallAllaahu 'alaihi wassalam, bersabda :
“ Aku berharap pada Allah dengan puasa Asyura ini dapat menghapus dosa selama setahun sebelumnya.” (H.R. Bukhari dan Muslim)
2.  Ibnu Abbas radiyAllaahu 'anh berkata :
"Aku tidak pernah melihat Rasulullah saw, berupaya keras untuk puasa pada suatu hari melebihi yang lainnya kecuali pada hari ini, yaitu hari as Syura dan bulan Ramadhan.” (H.R. Bukhari dan Muslim)
3.  Ibnu Abbas radiyAllaahu 'anh berkata :
Ketika Rasulullah sallAllaahu 'alaihi wassalam tiba di Madinah, beliau melihat orang-orang Yahudi berpuasa pada hari‚ Asyura, maka Beliau bertanya : "Hari apa ini?. Mereka menjawab :“ini adalah hari istimewa, karena pada hari ini Allah menyelamatkan Bani Israil dari musuhnya, Karena itu Nabi Musa berpuasa pada hari ini.
Rasulullah pun bersabda : "Aku lebih berhak terhadap Musa daripada kalian“
Maka beliau nerpuasa dan memerintahkan shahabatnya untuk berpuasa.  (H.R. Bukhari dan Muslim)
4.  Dalam riwayat lain, Ibnu Abbas radiyAllaahu 'anh berkata :
Ketika Rasulullah sallAllaahu 'alaihi wassalam berpuasa pada hari asyura dan memerintahkan kaum muslimin berpuasa, mereka (para shahabat) berkata : "Ya Rasulullah ini adalah hari yang diagungkan Yahudi dan Nasrani".
Maka Rasulullah sallAllaahu 'alaihi wassalam pun bersabda :"Jika tahun depan kita bertemu dengan bulan Muharram, kita akan berpuasa pada hari kesembilan (tanggal sembilan).“ (H.R. Bukhari dan Muslim)
Imam Ahmad dalam musnadnya dan Ibnu Khuzaimah dalam shahihnya meriwayatkan sebuah hadis dari Ibnu Abbas radiyAllaahu 'anh, Rasulullah sallAllaahu 'alaihi wassalam bersabda:
"Puasalah pada hari Asyuro, dan berbedalah dengan Yahudi dalam masalah ini, berpuasalah sehari sebelumnya atau sehari sesudahnya.“
Selain hadis-hadis yang menyebutkan tentang puasa di bulan ini, tidak ada ibadah khusus yang dianjurkan Rasulullah untuk dikerjakan di bulan Muharram ini.
Bagaimana Berpuasa di bulan Asyura ? Ibnu Qoyyim dalam kitab Zaadul Ma’aad –berdasarkan riwayat-riwayat yang ada- menjelaskan :
- Urutan pertama, dan ini yang paling sempurna adalah puasa tiga hari, yaitu puasa tanggal sepuluh ditambah sehari sebelum dan sesudahnya (9,10,11)
- Urutan kedua, puasa tanggal 9 dan 10. Inilah yang disebutkan dalam banyak hadits
- Urutan ketiga, puasa tanggal 10 saja.
Puasa sebanyak tiga hari (9,10,dan 11) dikuatkan para para ulama dengan dua alasan sebagai berikut :
1.  Sebagai kehati-hatian, yaitu kemungkinan penetapan awal bulannya tidak tepat,maka puasa tanggal sebelasnya akan dapat memastikan bahwa seseorang mendapatkan puasa Tasu’a (tanggal 9) dan Asyuro (tanggal 10)
2.  Dimasukkan dalam puasa tiga hari pertengahan bulan (Ayyamul bidh).
Adapun puasa tanggal 9 dan 10, dinyatakan jelas dalam hadis  pada akhir hidup beliau sudah merencanakanryang shahih, dimana Rasulullah  untuk puasa pada tanggal 9. hanya saja beliau meninggal sebelum melaksanakannya. Beliau juga memerintahkan para shahabat untuk berpuasa pada tanggal 9 dan tanggal 10 agar berbeda dengan ibadah orang-orang Yahudi.
Sedangkan puasa pada tanggal sepuluh saja, sebagian ulama memakruhkannya, meskipun pendapat ini tidak dikuatkan sebagian ulama yang lain.
Secara umum, hadits-hadis yang terkait dengan puasa Muharram menunjukkan anjuran Rasulullah saw untuk melakukan puasa,sekalipun itu hukumnya tidak wajib tetapi sunnah muakkadah, dan tetunya kita berusaha untuk menghidupkan sunnah yang telah banyak dilalaikan oleh kaum muslimin.
d. Diantara Peristiwa di Bulan Muharram
Pada tanggal 10 Muharram 61H, terjadilah peristiwa yang memilukan dalam  di sebuah tempatr cucu Rasulullah tsejarah Islam, yaitu terbunuhnya Husein  yang bernama Karbala. Peristiwa ini kemudian dikenal dengan “Peristiwa Karbala”. Pembunuhan tersebut dilakukan oleh pendukung Khalifah yang sedang berkuasa pada saat itu yaitu Yazid bin Mu’awiyah, meskipun sebenarnya Khalifah sendiri saat itu tidak menghendaki pembunuhan tersebut.
Peristiwa tersebut memang sangat tragis dan memilukan bagi siapa saja yang mengenang atau membaca kisahnya, , dan kita tentu mencintai danrapalagi terhadap orang yang dicintai Rasulullah  memuliakannya. Namun musibah apapun yang terjadi dan betapapun kita sangat , hal itu jangan sampai membawa kita larut dalamrmencintai keluarga Rasulullah  kesedihan dan melakukan kegiatan-kegiatan sebagai bentuk duka dengan  yangrmemukul-mukul diri, menangis apalagi sampai mencela shahabat Rasulullah  tidak termasuk Ahli Bait (keluarga dan keturunan beliau). Yang mana hal ini biasa dilakukan suatu kelompok syi'ah yang mengaku memiliki kecintaan yang sangat tinggi terhadap Ahli Bait (Keluarga Rasulullah), pdahal kenyataanya tidak demikian.
e. Adat Istiadat di Tanah Air
Pada awal Muharram, yang sering dikenal dengan istilah 1 Suro, di tanah air sering diadakan acara ritual dan adat yang beraneka macam bahkan tidak jarang mengarah pada kesyirikan, seperti meminta berkah pada benda-benda yang dianggap keramat dan sakti, membuang sesajian ke laut agar Sang Dewi penjaga laut tidak marah dan lain sebagainya. Hal-hal semacam ini harus dihindari oleh setiap muslim dimanapun mereka berada.
telah mengajarkan pada kita agarrRasulullah  memiliki jati diri sebagai seorang Muslim dalam kehidupan. Jangan sampai seorang muslim mudah terbawa oleh budaya atau ritual agama lain dalam menjalankan ibadah pada Allah. Ajaran yang dibawa Rasulullah telah jelas dan sempurna tidak layak bagi kita untuk menambah atau menguranginya.
Karena sebaik-baik pedoman adalah kitabullah dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk beliau, yang tidak ada keselamatan kecuali dengan berpegang kepada keduanya dengan mengikuti pemahaman para sahabat, tabi'in dan penerus mereka yang setia berpegang kepada sunnahnya dan meniti jalannya, adapun hal-hal baru dalam masalah agama adalah sesat sedangkan kesesatan itu akan menghantarkan ke neraka, wal'iyadzubillah.
Semoga kita selalu diberi taufiq dan dibimbing oleh Allah swt. Kejalan-Nya yang lurus serta mendapatkan keridhaan dan ampunany-Nya, amin ya rabbal 'alamin.
Oleh: Islamhouse team Indonesia