Kamis, 30 September 2010

Al-Quran dan Kemajuan Iptek

Ilmuwan Mesir, Prof Dr Zagloul Mohamed El-Naggar, mengatakan, semakin maju ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek), semakin terungkap pula keajaiban kitab suci Al Quran.

"Al Quran bukan buku ilmu pengetahuan, tetapi ayat-ayat mengenai alam semesta (kauniyah) kini terbukti dalam penemuan-penemuan ilmiah di abad modern ini," kata Prof Naggar dalam ceramahnya di Aula Harun Nasution, Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta, Kamis (30/9/2010).

Pakar ilmu bumi (geologi) tersebut mengupas beragam penemuan ilmiah mengenai alam semesta yang mengamini hakikat kebenaran Al Quran.

Sebagai contoh, Ayat-6 Surat Al Thur, "Al Bahrul Masjur" (Demi laut yang—di dalam tanah bawah laut itu—ada api).

"Terbukti secara ilmiah oleh para ahli geologi dan ilmu kelautan bahwa dasar semua samudra dipanasi oleh jutaan ton magma yang keluar dari perut bumi," katanya.

Menurut peraih doktor geologi jebolan Universitas Wales, Inggris, pada tahun 1963 itu, magma tersebut keluar melalui jaringan rengkahan raksasa yang secara total merobek lapisan litosfir dan sampai ke lapisan astenosfir.

"Para ilmuwan yang jujur akan kagum melihat kepeloporan Al Quran dan hadis-hadis Nabi terkait petunjuk tentang fakta-fakta ilmiah bumi, yang baru dapat dibuktikan pada akhir abad ke-20 seiring dengan kemajuan iptek," kata ilmuwan yang telah menghafal semua 30 juz Al Quran saat berusia sepuluh tahun itu.

Fakta ilmiah lain, katanya, yaitu Ayat 15 dan 16 Surat At Takwir: "Fala Uqsimu bil khunnas. Al Jawaril Kunnas" (Aku bersumpah dengan bintang-bintang yang tak tampak. Yang bergerak sangat cepat).

Prof Naggar menjelaskan, para ulama dahulu menafsirkan ayat tersebut secara metaforis, namun para ahli astronomi pada akhir abad ke-20 menemukan fakta ilmiah, yaitu apa yang disebut black hole (lubang hitam).

Black hole adalah planet yang ditandai dengan densitas yang tinggi dan gravitasi yang kuat, tempat zat dan semua bentuk energi, termasuk cahaya, tidak mungkin lepas dari perangkapnya, katanya.

Disebut lubang hitam karena ia sangat gelap tak terlihat, dengan kecepatan geraknya diperkirakan mencapai 300.000 km per detik.

Black hole dianggap sebagai fase tua kehidupan bintang, yang didahului ledakan dan zatnya kembali menjadi nebula. "Fakta ini baru terungkap pada akhir abad ke-20, yakni 14 abad setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW," kata Prof Naggar.

Prof Naggar lahir di Desa Masyal, Provinsi Gharbiah, Mesir. Hidup dalam keluarga yang taat beragama. Ia telah menghafal Al Quran semenjak usia sepuluh tahun.

Lulus dari Fakultas Sains Universitas Kairo pada tahun 1955, lalu melanjutkan kuliah di Universitas Wales, Inggris, hingga meraih gelar doktor bidang geologi pada tahun 1963.

Ia telah menulis 45 buku dan 150 artikel ilmiah serta membimbing 45 mahasiswa program master dan doktor di berbagai perguruan tinggi.

Naggar pernah menjadi profesor tamu di Universitas California pada tahun 1977-1978 dan memprakarsai terbentuknya Departemen Geologi pada Universitas Raja Saudi, Arab Saudi, dan Departemen Geologi pada Universitas Kuwait.

Prof Naggar dianugerahi sebagai peneliti terbaik untuk Seminar Paleontologi di Roma, Italia, pada tahun 1970.

Saat ini ia menjadi Ketua Komite Al-I’Jaz Al Ilmi (Dewan Agung Urusan Islam di Mesir) sejak tahun 2001.

Ceramah yang dihadiri Duta Besar Mesir untuk Indonesia Ahmed El-Kewaisny, Rektor UIN Prof Dr Kamaruddin Hidayat, serta sejumlah dosen dan mahasiswa UIN itu terkait dengan peluncuran buku tiga jilid Prof Naggar versi terjemahan bahasa Indonesia, Selekta Tafsir Ayat-ayat Kosmos dalam Al Quran.

Acara peluncuran buku Prof Naggar tersebut diprakarsai penerbit Mesir, Darul Shuruk Internasional Cabang Indonesia, bekerja sama dengan Fakultas Studi Islam UIN Syarif Hidayatullah.

sumber: oase, kompas.com

Senin, 27 September 2010

Candi Borobudur Peninggalan Sulaiman?

Membaca judul diatas, tentu banyak orang yang akan mengernyitkan dahi, sebagai tanda ketidakpercayaannya. Bahkan, mungkin demikian pula dengan Anda. Sebab, Nabi Sulaiman AS adalah seorang utusan Allah yang diberikan keistimewaan dengan kemampuannya menaklukkan seluruh makhluk ciptaan Allah, termasuk angin yang tunduk di bawah kekuasaannya atas izin Allah. Bahkan, burung dan jin selalu mematuhi perintah Sulaiman.

Menurut Sami bin Abdullah al-Maghluts, dalam bukunya Atlas Sejarah Nabi dan Rasul, Nabi Sulaiman diperkirakan hidup pada abad ke-9 Sebelum Masehi (989-931 SM), atau sekitar 3.000 tahun yang lalu. Sementara itu, Candi Borobudur sebagaimana tertulis dalam berbagai buku sejarah nasional, didirikan oleh Dinasti Syailendra pada akhir abad ke-8 Masehi atau sekitar 1.200 tahun yang lalu. Karena itu, wajarlah bila banyak orang yang mungkin tertawa kecut, geli, dan geleng-geleng kepala bila disebutkan bahwa Candi Borobudur didirikan oleh Nabi Sulaiman AS.

Candi Borobudur merupakan candi Budha. Berdekatan dengan Candi Borobudur adalah Candi Pawon dan Candi Mendut. Beberapa kilometer dari Candi Borobudur, terdapat Candi Prambanan, Candi Kalasan, Candi Sari, Candi Plaosan, dan lainnya. Candi-candi di dekat Prambanan ini merupakan candi Buddha yang didirikan sekitar tahun 772 dan 778 Masehi.

Lalu, apa hubungannya dengan Sulaiman? Benarkah Candi Borobudur merupakan peninggalan Nabi Sulaiman yang hebat dan agung itu? Apa bukti-buktinya? Benarkah ada jejak-jejak Islam di candi Buddha terbesar itu? Tentu perlu penelitian yang komprehensif dan melibatkan berbagai pihak untuk membuktikan validitas dan kebenarannya.

Namun, bila pertanyaan di atas diajukan kepada KH Fahmi Basya, ahli matematika Islam itu akan menjawabnya; benar. Borobudur merupakan peninggalan Nabi Sulaiman yang ada di tanah Jawa.

Dalam bukunya, Matematika Islam 3 (Republika, 2009), KH Fahmi Basya menyebutkan beberapa ciri-ciri Candi Borobudur yang menjadi bukti sebagai peninggalan putra Nabi Daud tersebut. Di antaranya, hutan atau negeri Saba, makna Saba, nama Sulaiman, buah maja yang pahit, dipindahkannya istana Ratu Saba ke wilayah kekuasaan Nabi Sulaiman, bangunan yang tidak terselesaikan oleh para jin, tempat berkumpulnya Ratu Saba, dan lainnya.

Dalam Alquran, kisah Nabi Sulaiman dan Ratu Saba disebutkan dalam surah An-Naml [27]: 15-44, Saba [34]: 12-16, al-Anbiya [21]: 78-81, dan lainnya. Tentu saja, banyak yang tidak percaya bila Borobudur merupakan peninggalan Sulaiman.

Di antara alasannya, karena Sulaiman hidup pada abad ke-10 SM, sedangkan Borobudur dibangun pada abad ke-8 Masehi. Kemudian, menurut banyak pihak, peristiwa dan kisah Sulaiman itu terjadi di wilayah Palestina, dan Saba di Yaman Selatan, sedangkan Borobudur di Indonesia.

Tentu saja hal ini menimbulkan penasaran. Apalagi, KH Fahmi Basya menunjukkan bukti-buktinya berdasarkan keterangan Alquran. Lalu, apa bukti sahih andai Borobudur merupakan peninggalan Sulaiman atau bangunan yang pembuatannya merupakan perintah Sulaiman?

Menurut Fahmi Basya, dan seperti yang penulis lihat melalui relief-relief yang ada, memang terdapat beberapa simbol, yang mengesankan dan identik dengan kisah Sulaiman dan Ratu Saba, sebagaimana keterangan Alquran. Pertama adalah tentang tabut, yaitu sebuah kotak atau peti yang berisi warisan Nabi Daud AS kepada Sulaiman. Konon, di dalamnya terdapat kitab Zabur, Taurat, dan Tingkat Musa, serta memberikan ketenangan. Pada relief yang terdapat di Borobudur, tampak peti atau tabut itu dijaga oleh seseorang.

"Dan Nabi mereka mengatakan kepada mereka: 'Sesungguhnya tanda ia akan menjadi raja, ialah kembalinya tabut kepadamu, di dalamnya terdapat ketenangan dari Tuhanmu dan sisa dari peninggalan keluarga Musa dan keluarga Harun; tabut itu dibawa malaikat. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda bagimu, jika kamu orang yang beriman'." (QS Al-Baqarah [2]: 248).

Kedua, pekerjaan jin yang tidak selesai ketika mengetahui Sulaiman telah wafat. (QS Saba [34]: 14). Saat mengetahui Sulaiman wafat, para jin pun menghentikan pekerjaannya. Di Borobudur, terdapat patung yang belum tuntas diselesaikan. Patung itu disebut dengan Unfinished Solomon.

Ketiga, para jin diperintahkan membangun gedung yang tinggi dan membuat patung-patung. (QS Saba [34]: 13). Seperti diketahui, banyak patung Buddha yang ada di Borobudur. Sedangkan gedung atau bangunan yang tinggi itu adalah Candi Prambanan.

Keempat, Sulaiman berbicara dengan burung-burung dan hewan-hewan. (QS An-Naml [27]: 20-22). Reliefnya juga ada. Bahkan, sejumlah frame relief Borobudur bermotifkan bunga dan burung. Terdapat pula sejumlah relief hewan lain, seperti gajah, kuda, babi, anjing, monyet, dan lainnya.

Kelima, kisah Ratu Saba dan rakyatnya yang menyembah matahari dan bersujud kepada sesama manusia. (QS An-Naml [27]: 22). Menurut Fahmi Basya, Saba artinya berkumpul atau tempat berkumpul. Ungkapan burung Hud-hud tentang Saba, karena burung tidak mengetahui nama daerah itu. "Jangankan burung, manusia saja ketika berada di atas pesawat, tidak akan tahu nama sebuah kota atau negeri," katanya menjelaskan. Ditambahkan Fahmi Basya, tempat berkumpulnya manusia itu adalah di Candi Ratu Boko yang terletak sekitar 36 kilometer dari Borobudur. Jarak ini juga memungkinkan burung menempuh perjalanan dalam sekali terbang.

Keenam, Saba ada di Indonesia, yakni Wonosobo. Dalam Alquran, wilayah Saba ditumbuhi pohon yang sangat banyak. (QS Saba [34]: 15). Dalam kamus bahasa Jawi Kuno, yang disusun oleh Dr Maharsi, kata 'Wana' bermakna hutan. Jadi, menurut Fahmi, wana saba atau Wonosobo adalah hutan Saba.

Ketujuh, buah 'maja' yang pahit. Ketika banjir besar (Sail al-Arim) menimpa wilayah Saba, pepohonan yang ada di sekitarnya menjadi pahit sebagai azab Allah kepada orang-orang yang mendustakan ayat-ayat-Nya. "Tetapi, mereka berpaling maka Kami datangkan kepada mereka banjir yang besar[1236] dan Kami ganti kedua kebun mereka dengan dua kebun yang ditumbuhi (pohon-pohon) yang berbuah pahit, pohon Atsl dan sedikit dari pohon Sidr." (QS Saba [34]: 16).

Kedelapan, nama Sulaiman menunjukkan sebagai nama orang Jawa. Awalan kata 'su'merupakan nama-nama Jawa. Dan, Sulaiman adalah satu-satunya nabi dan rasul yang 25 orang, yang namanya berawalan 'Su'. Kesembilan, Sulaiman berkirim surat kepada Ratu Saba melalui burung Hud-hud. "Pergilah kamu dengan membawa suratku ini." (QS An-Naml [27]: 28). Menurut Fahmi, surat itu ditulis di atas pelat emas sebagai bentuk kekayaan Nabi Sulaiman. Ditambahkannya, surat itu ditemukan di sebuah kolam di Candi Ratu Boko.

Kesepuluh, bangunan yang tinggal sedikit (Sidrin qalil). Lihat surah Saba [34] 16). Bangunan yang tinggal sedikit itu adalah wilayah Candi Ratu Boko. Dan di sana terdapat sejumlah stupa yang tinggal sedikit. "Ini membuktikan bahwa Istana Ratu Boko adalah istana Ratu Saba yang dipindahkan atas perintah Sulaiman," kata Fahmi menegaskan.

Selain bukti-bukti di atas, kata Fahmi, masih banyak lagi bukti lainnya yang menunjukkan bahwa kisah Ratu Saba dan Sulaiman terjadi di Indonesia. Seperti terjadinya angin Muson yang bertiup dari Asia dan Australia (QS Saba [34]: 12), kisah istana yang hilang atau dipindahkan, dialog Ratu Bilqis dengan para pembesarnya ketika menerima surat Sulaiman (QS An-Naml [27]: 32), nama Kabupaten Sleman, Kecamatan Salaman, Desa Salam, dan lainnya. Dengan bukti-bukti di atas, Fahmi Basya meyakini bahwa Borobudur merupakan peninggalan Sulaiman. Bagaimana dengan pembaca? Hanya Allah yang mengetahuinya. Wallahu A'lam.
sumber: Republika.co.id

Jumat, 24 September 2010

Ada-Ada Saja, Escalator 1 Ton Dicuri!

DENPASAR, KOMPAS.com Dua karyawan pusat perbelanjaan Nikita Plaza di Jalan Gatot Subroto Tengah, Denpasar, Bali, diciduk polisi karena mencuri eskalator atau tangga berjalan seberat 1 ton di tempatnya bekerja.

Untuk mengelabuhi perbuatannya, salah satu tersangka, Endik Oktadianto Budiargo (26), yang juga koordinator engineering Nikita Plaza, justru yang pertama kali melaporkan kasus ini ke polisi.

“Setelah kita lakukan penyelidikan, ada yang janggal,” kata Kepala Kepolisian Sektor Denpasar Timur Ajun Komisaris I Gusti Nyoman Wintara, Jumat (24/9/2010).

Penangkapan Endik baru dilakukan setelah sebelumnya polisi menangkap salah seorang karyawan lain yang bernama I Nyoman Mertayasa (32). “Jadi, kaya maling teriak maling,” ucap Nyoman Wintara.

Penangkapan keduanya bermula dari hilangnya eskalator yang sedang dalam masa perbaikan di gudang Nikita Plaza sejak bulan Mei lalu. Total besi eskalator yang hilang sebanyak 24 batang. Per batangnya memiliki berat 45 kilogram. Adapun berat total lempengan eskalator tersebut mencapai 1,08 ton.

Kedua tersangka menjual barang itu kepada pemulung seharga Rp 4.000 per kilogram.

Para tersangka nekat mencuri barang di kantornya sendiri karena gaji mereka yang hanya Rp 1 juta per bulan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari. “Tidak cukup, Pak, saya juga diajak dia,” kata Endik kepada penyidik sambil menunjuk rekannya, I Nyoman Mertayasa.

Keduanya dapat dijerat Pasal 363 KUHP jo Pasal 374 KUHP dengan ancaman hukuman 5 sampai 7 tahun penjara.

Kamis, 23 September 2010

Resensi Novel Dalam Mihrab Cinta

Sebentar lagi akan tayang Film Dalam Mihrab Cinta yang disutradarai oleh kang abik sendiri. Film ini rencananya akan rilis pada tanggal 23 Desember 2010. Adalah Dude Herlino dan Asmirandah sebagai tokoh utamanya. Dude memerankan tokoh Syamsul, sedangkan Asmirandah memerankan tokoh Sylvie. Sebenarnya film ini diambil dari kumpulan novelet karya Kang Abik dalam bukunya yang berjudul Dalam Mihrab Cinta. Singkat cerita Samsul hadi difitnah oleh temannya, Burhan di pesantren kemudian keluar dari pesantren. setelah itu menjalani hidup sebagai pencopet. akhirnya berhenti dari pekerjaannya itu kemudian memilih untuk menjadi guru ngaji. Sebenarnya dalam buku ini berisi tiga novelet yakni Takbir Cinta Zahrana, Dalam Mihrab Cinta, dan Mahkota Cinta.

Takbir Cinta Zahrana

menceritakan kisah perjuangan seorang muslimah tangguh dalam menekuni kariernya sebagai pendidik. Menumpuknya amanah yang harus Zahrana tanggung membuatnya “mengesampingkan” untuk segera menikah. Padahal usianya sudah saatnya untuk menikah. Seperti yang dituturkan Kang Abik dalam sekapur sirih buku ini.

Dalam novelet yang sebagian isinya saya angkat dari kisah nyata ini, saya mencoba menulis tentang indahnya ketegaran dan ketulusan di jalan Allah. Saya juga mencoba me-muhasabah-i tindakan orang seperti Zahrana yang lebih mementingkan karier akademik daripada karier membangun rumah tangga dan membina generasi. Akademik dan karier bagi siapapun, memang penting, tapi membangun rumah tangga dan membina generasi juga tak kalah pentingnya. Alangkah baiknya jika kedua-duanya berjalan seiring serirama.

Seperti halnya karya-karya Kang Abik yang lain, dalam Takbir Cinta Zahrana ini, Kang Abik juga mendendahkannya dengan gayanya yang khas, dengan suspen rapih dan terjaga, tapi penuh kejutan di sana-sini. Hal itu terbukti peristiwa saat Zahrana sedang menunggu seorang penjual kerupuk yang kata Bu Nyai-nya adalah jodoh untuk Zahrana. Di situlah, Kang Abik berhasil mempermainkan emosi pembaca serta membumbuinya dengan kejutan yang tak terduga.

Juga bagaimana keteguhan dan ketabahan Zahrana saat melawan berbagai tekanan yang datangnya bertubi-tubi dari seorang Dekan Fakultas, setelah Zahrana menolak lamarannya.

Dalam Mihrab Cinta

Sebenarnya merupakan ringkasan dari roman yang sedang Kang Abik persiapkan. Sebagaimana yang Kang Abik tuturkan dalam pengantar buku ini.

Novelet ini adalah ringkasan atau petikan dari roman “Dalam Mihrab Cinta” yang sedang saya siapkan. Sengaja saya kenalkan setengah dari alurnya kepada pembaca agar nantinya lebih familiar dan lebih mantap dalam membaca roman “Dalam Mihrab Cinta.” Dengan novelet ini saya mencoba menguraikn pepatah yang sangat terkenal di tanah Jawa, yaitu: “Becik keitik olo kethoro” (kebaikan akan tampak dan kejahatan akan kelihatan). Saya juga mengajak para generasi muda untuk optimis menatap masa depan.

Novelet ini awalnya bersetting di sebuah pesantren di Kediri, Jawa Timur. Berkisah tentang seorang santri bernama Syamsul yang harus menerima hukuman karena kesalahan yang tak diperbuatnya. Burhan, sahabatnya, telah memfitnah bahwa Syamsul-lah yang telah mencuri uangnya. Bahkan, ayahnya sendiri tidak mempercai Syamsul. Syamsul pun pergi meninggalkan rumah.

Syamsul berusaha mencari pekerjaan. Tapi tak tak dapat juga. Akhirnya ia berpikir untuk mencuri atau mencopet. Tapi naas. Saat melakukan itu, Syamsul terpergoki dan akhirnya dimasukkan ke dalam penjara. Ia mengaku bernama Burhan.

Setelah keluar dari penjara. Syamsul memutuskan hijrah ke Jakarta. Dengan uang seadanya, ia mengontrak sebuah rumah. Kemudian ia mengamalkan ”ilmu” yang diperolehnya dari penjara tentang teknik mencopet. Berhasil! Syamsul berhasil menerapkan ilmu copetnya. Tiap hari, Syamsul berhasil memperdayai satu korban. Suatu hari, seorang cewek berjilbab modis menjadi korbannya. Syamsul menemukan kartu mahasiswa dan foto mahasiswi tersebut sedang bersama seorang lelaki. Lelaki itu tak lain adalah Burhan.

Nah! Bagaimana kisah selanjutnya? Apakah Syamsul tetap selamanya menjadi pencopet? Akankah kebenaran masa lalunya akan terungkap? Bagaimanapula nasib Burhan?

Anda penasaran? Tentu saja. Itu karena kepiawaian Kang Abik dalam meliuk-liukkan alur cerita dalam novelet ini.

Mahkota Cinta

Berkisah tentang perjuangan seorang pemuda bernama Ahmad Zul yang sedang menempuh studi S2-nya di Malaysia. Di awal perjalanannya ke Malaysia, Allah mempertemukannya dengan Martini. Seorang TKW yang bekerja di Malaysia. Martini banyak membantu Zul di Malaysia. Ia juga banyak bercerita tentang masa lalunya yang kelam dengan suaminya, hingga akhirnya ia memutuskan hijrah ke Malaysia. Zul pun diam-diam simpati dan menaruh hati pada Martini.

Akhirnya Zul bermaksud meminang Martini. Tapi sayang, Zul tak menemukan Martini lagi di rumahnya. Martini tak lagi berada di rumah tersebut. Keinginan Zul untuk segera dengan Martini pun kandas. Zul kembali fokus menyelesaikan studinya. Tapi keinginan Zul untuk segera menikah tetap menggebu.

Akankah Zul dan Martini dapat bertemu kembali? Akankah cinta mereka dapat bersatu?

Akhirnya, kumpulan novelet Dalam Mihrab Cinta yang setebal 328 halaman dan diterbitkan atas kerjasama Republika, Pesantren Basmala Indonesia, serta melibatkan FLP (Forum Lingkar Pena) ini jangan sampai Anda lewatkan begitu saja.

Mengupil, Sebuah Respon Imun dan Baik Untuk Kesehatan

Dokter spesialis paru-paru asal Austria Prof Dr Friederich Bischinger pernah menyarankan orang untuk makan upil (kotoran hidungnya) sendiri karena diklaim bisa meningkatkan kekebalan tubuh.

Penemuan Prof Bischinger itu sempat menjadi kontroversial. Banyak orang awam dan paramedis yang menolak mentah-mentah teori Prof Bischinger dan mengatakan teori itu tidak masuk akal.


Alasannya upil adalah kotoran yang menjijikkan karena lendir kering itu justru menjadi sampah karena berbahaya masuk dalam tubuh. Jika makan upil sama saja dengan makan semua organisme atau bakteri yang harusnya dikeluarkan melalui hidung. Tapi menurut Prof Bischinger mengupil dengan menggunakan jari-jari sendiri adalah sesuatu yang sehat, menyenangkan dan lebih sesuai dengan tubuh manusia.

"Mengupil dengan menggunakan jari sendiri tentunya bisa menjangkau tempat yang tidak bisa dicapai jika menggunakan sapu tangan. Selain itu juga bisa menjaga hidung agar tetap bersih," ujar Prof Bischinger, seperti dikutip dari DailyTimes.

Upil itu sendiri terbentuk dari kotoran yang masuk ke dalam lubang hidung melalui proses pernapasan. Debu dan kotoran yang masuk ke hidung ini akan disaring oleh filter atau bulu-bulu hidung. Kotoran yang tidak tersaring akan ditangkap oleh lendir yang ada dihidung. Lama kelamaan lendir ini akan mengeras dan terbentuklah upil.

http://1.bp.blogspot.com/_S4cozPedSj0/SP6VnHcou0I/AAAAAAAAAAM/fh7IhRA7WPA/s320/1_452852849l.jpg

"Makan upil kering adalah cara yang bagus untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh. Secara medis itu masuk akal dan hal yang wajar untuk dilakukan. Dalam sistem kekebalan, hidung adalah filter yang menyaring banyak bakteri menjadi satu dan ketika campuran ini tiba di usus akan bekerja seperti obat," kata Prof Bischinger.

"Obat moderen selalu berusaha untuk melakukan hal yang sama dengan metode yang jauh lebih rumit, orang-orang yang mengupil dan memakannya secara alami mendorong sistem kekebalan tubuh mereka secara cuma-cuma," imbuhnya.

Mengupil merupakan kegiatan yang positif karena membantu membersihkan hidung dari kotoran. Hal ini tentu saja membuat seseorang bisa bernapas lebih baik karena tidak ada yang menghalangi jalur pernapasan.

Prof Bischinger menunjukkan saat masih kecil anak-anak senang untuk mengupil hidungnya sendiri. Tapi saat beranjak dewasa kebiasaan ini mulai terhalang oleh adanya tekanan dari masyarakat yang menganggap hal tersebut adalah suatu tindakan menjijikkan dan anti-sosial.

Hasil ini memang cukup mencengangkan, karena selama ini orang menganggap kalau upil adalah suatu kotoran yang harus dibuang dan bukan untuk dikonsumsi. Tapi bagi Prof Bischinger, upil juga bisa bertindak sebagai vitamin yang dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh seseorang.

http://drjt.files.wordpress.com/2008/05/6-monyet-ngupil.jpg

Dr. Agus Subagio, Sp THT, dokter spesialis THT yang praktik di RS Puri Indah Jakarta mengaku tidak bisa memberikan komentar apakah penemuan ini terbukti menyehatkan atau tidak. Namun diakui Dr Agus bahwa Prof Bischinger adalah orang yang sangat disegani di dunia medis karena banyak penemuannya yang bermanfaat.

"Banyak teori-teori bedah sinus berasal dari penemuan Prof Bischinger, tapi kalau masalah manfaat upil saya belum paham," kata Dr Agus.

Tapi pada dasarnya lanjut Dr Agus, tubuh manusia diciptakan sempurna dengan sistem pertahanan yang canggih dan berlapis-lapis. Mulai dari bagian luar hingga bagian dalam terdapat sistem pertahanan tubuh masing-masing.

sumber:uniq77.blogspot.com

Rabu, 22 September 2010

Bukti Nabi Musa Membelah Laut

Dikisahkan dalam kitab suci perjanjian lama bahwa Nabi Musa dan pengikutnya dari Bani Israil pernah terjebak di antara dua kematian. Maju dihadang laut merah, diam atau mundur bakal dihabisi serdadu Firaun. Lalu Tuhan pun memberi mujizat kepada Musa, nabi tiga agama itu.

Angin bertiup kencang sepanjang malam. Lalu air laut merah pun tersibak ke kiri dan ke kanan, membentuk jalan di antara dinding air yang memberi kesempatan bagi Musa dan pengikutnya melarikan diri. Ketika tentara Firaun mengejar mereka, tiba-tiba dinding air laut runtuh. Maka tenggelam lah mereka.

Ribuan tahun sesudah kejadian itu, kini para ilmuwan meyakini bahwa keajaiban itu merupakan fenomena alam. Para ilmuwan dari National Centre for Atmosphere Research di Calorado Amerika Serikat, sebagaimana ditulis Daily Mail, Rabu 22 September 2010, menemukan bahwa air laut yang tersibak itu akibat gerakan angin.

Dalam sebuah simulasi komputer yang dilakukan para ahli di Colorado itu diketahui bahwa angin timur yang berhembus dengan sangat kuat selama 12 jam dalam semalam, bisa menyibak air laut, menciptakan sebuah jalan tanah sebagaimana digambarkan dalam kisah 'Eksodus'.

Sedikit berbeda dengan deskripsi lokasi di kitab suci, para ilmuwan itu meyakini bahwa lokasi keajaiban bukan di Laut Merah, melainkan di lokasi di dekatnya -- di delta Sungai Nil, di mana sebuah sungai kuno menyatu dengan laguna.

Dari penelitian di lapangan, peta lokasi dan percobaan di laboratorium, para ilmuwan itu menemukan bahwa angin timur dengan kecepatan 63 mph yang bertiup dalam waktu 12 jam akan mendorong air -- baik di danau maupun aliran air. Proses ini akan menciptakan jalan tanah lumpur sepanjang dua mil dan lebar tiga mil selama empat jam.

Saat kecepatan angin turun, air akan kembali ke posisi awal -- mirip fenomena pasang surut. Dalam jurnal Public Library of Science ONE, para ahli menguraikan bahwa siapapun yang terdampar dalam lumpur itusesudah angin melemah akan berisiko tenggelam.

"Orang-orang selalu terpesona dengan kisah 'Eksodus' Musa, meyakini bahwa itu adalah fakta sejarah. Apa yang ditunjukan dalam penelitian ini adalah bahwa deskripsi membelahnya lautan, memang masuk akal dalam hukum fiusika." kata Ketua tim peneliti, Carl Drews.

"Membelahnya laut bisa dipahami melalui dinamika fluida. Angin menggerakkan air dengan cara yang sesuai dengan hukum fisika -- menciptakan jalan aman dengan dinding air di dua sisi -- lalu air itu runtuh dan menenggelamkan jalan itu." Simulasi komputer juga menunjukkan tanah kering bisa terlihat di dua lokasi terdekat selama badai angin.

Temuan ilmuwan tidak mirip dengan penjelasan di Perjanjian Lama. Sesuai fisika, terpisah satu sama lain, melainkan, salah satu bagian air terdorong ke sisi berlawanan.

Sebelumnya, sejumlah teori ditawarkan untuk menjelaskan fenomena terbelahnya Laut Merah secara ilmiah. Salah satunya, tsunami -- yang bisa memundurkan air laut dan kemudian memajukannya dengan cepat.

Namun teori tsunami, tidak sesuai dengan penjelasan dalam kitab suci -- bahwa membelahnya laut terjadi secara gradual, dan melibatkan angin.

vivanews.com

Cantik yang "Menderita"

Jika Anda menganggap selebriti selalu tampak sempurna, coba perhatikan lagi. Ternyata, tidak sedikit selebriti dunia merasa tak percaya diri, yang kemudian melakukan berbagai cara mengubah penampilan supaya terlihat sempurna.

Tak mengherankan jika banyak dari mereka rela mengeluarkan anggaran besar demi mempercantik diri. Bahkan hingga memiliki tim ahli kecantikan sendiri, mulai dari penata rias, penata rambut, hingga konsultan fashion.

Namun, tak selamanya menjadi sempurna itu terlihat mengagumkan. Justru, karena terlalu ingin tampak sempurna, penampilan selebriti tak jarang terlihat kacau. Seperti dikutip dari laman Shine, berikut ini beberapa 'bencana' dalam dunia kecantikan yang dialami sejumlah seleb yang membuat penampilan tak sempurna.

Lindsay Lohan: Warna kulit tidak merata
Biasanya, meski musim panas telah berakhir, banyak seleb yang berusaha mempertahankan kulit kecokelatan (tan) mereka dengan melakukan tanning (teknik membuat warna kulit kecokelatan layaknya sehabis berjemur di pantai).

Tapi, hasilnya tak selalu mengagumkan. Layaknya yang dialami Lohan, warna kulitnya terlihat tidak merata dan justru tampak kusam.

Bila Anda mengalami kondisi sama dengan Lindsay, cobalah berendam di air hangat, dan gosok kulit secara perlahan dengan irisan lemon. Asam sitrat akan melepaskan pigmen buatan itu.

Jennifer Lopez: Sanggul sarang lebah
Istri dari penyanyi Marc Anthony beberapa kali terlihat memamerkan gaya aneh di karpet merah. Salah satunya, terinspirasi gaya Marge Simpson (karakter kartun dengan rambut meninggi).

Padahal, sanggul lebih kecil akan membuat aktris yang akrab disapa Jlo ini terlihat lebih anggun dengan gaun yang menampilkan satu bahunya.

Jika ingin penampilan tak dicela, ada baiknya lakukan eksperimen atau berkonsultasi dengan ahli kecantikan agar terlihat memukau.

Taylor Momsen: Smokey eyes berlebihan
Riasan smokey eyes memang sedang tren. Namun, mengaplikasikan eyeshadow hitam di mata sebaiknya tidak berlebihan. Dandan smokey eyes Momsen justru terlihat menyeraramkan.

Ada baiknya, jika ingin mengaplikasikan eyeshadow, pilih warna lebih lembut. Dan jika ingin bergaya smokey, usahakan jangan berlebihan.

Nicole Kidman: Bedak berlebihan
Tidak ada yang memberi tahu saat wanita cantik ini terlihat seperti badut, karena bedak di wajahnya terlihat medok atau berlebihan. Tak selamanya penata rias bisa dipercaya. Mereka terkadang terlalu berlebihan mengaplikasikan riasan di wajah selebriti.

Jika mengalami hal seperti Kidman, sebaiknya sedia cermin kecil sebelum menuju tempat keramaian, agar tampilan make up bisa segera diperbaiki.

Selasa, 21 September 2010

Semangka Yang Indah

AnekA UkIraN unik DarI SeManGka..

semangka-unik-01

semangka-unik-02

semangka-unik-03

semangka-unik-04

semangka-unik-05

semangka-unik-07

semangka-unik-06

semangka-unik-09

dari berbagai sumber

disusun oleh RW haPsari

mediague.wordpress.com

Pengemis Terkaya di Indonesia, Punya Mobil Gan...

Sumber : http://www.jawapos.co.id/metropolis/index.php?act=detail&nid=5373

Bos Pengemis Tinggal Nikmati Hidup

Cak To, begitu dia biasa dipanggil. Besar di keluarga pengemis, berkarir sebagai pengemis, dan sekarang jadi bos puluhan pengemis di Surabaya. Dari jalur minta-minta itu, dia sekarang punya dua sepeda motor, sebuah mobil gagah, dan empat rumah. Berikut kisah hidupnya.

Cak To tak mau nama aslinya dipublikasikan. Dia juga tak mau wajahnya terlihat ketika difoto untuk harian ini. Tapi, Cak To mau bercerita cukup banyak tentang hidup dan ”karir”-nya. Dari anak pasangan pengemis yang ikut mengemis, hingga sekarang menjadi bos bagi sekitar 54 pengemis di Surabaya.

Setelah puluhan tahun mengemis, Cak To sekarang memang bisa lebih menikmati hidup. Sejak 2000, dia tak perlu lagi meminta-minta di jalanan atau perumahan. Cukup mengelola 54 anak buahnya, uang mengalir teratur ke kantong.

Sekarang, setiap hari, dia mengaku mendapatkan pemasukan bersih Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu. Berarti, dalam sebulan, dia punya pendapatan Rp 6 juta hingga Rp 9 juta.

Cak To sekarang juga sudah punya rumah di kawasan Surabaya Barat, yang didirikan di atas tanah seluas 400 meter persegi. Di kampung halamannya di Madura, Cak To sudah membangun dua rumah lagi. Satu untuk dirinya, satu lagi untuk emak dan bapaknya yang sudah renta. Selain itu, ada satu lagi rumah yang dia bangun di Kota Semarang.

Untuk ke mana-mana, Cak To memiliki dua sepeda motor Honda Supra Fit dan sebuah mobil Honda CR-V kinclongkeluaran 2004.

***

Tidak mudah menemui seorang bos pengemis. Ketika menemui wartawan harian ini di tempat yang sudah dijanjikan, Cak To datang menggunakan mobil Honda CR-V-nya yang berwarna biru metalik.

Meski punya mobil yang kinclong, penampilan Cak To memang tidak terlihat seperti ”orang mampu”. Badannya kurus, kulitnya hitam, dengan rambut berombak dan terkesan awut-awutan. Dari gaya bicara, orang juga akan menebak bahwa pria kelahiran 1960 itu tak mengenyam pendidikan cukup. Cak To memang tak pernah menamatkan sekolah dasar.

Dengan bahasa Madura yang sesekali dicampur bahasa Indonesia, pria beranak dua itu mengaku sadar bahwa profesinya akan selalu dicibir orang. Namun, pria asal Bangkalan tersebut tidak peduli. ”Yang penting halal,” ujarnya mantap.

Cak To bercerita, hampir seluruh hidupnya dia jalani sebagai pengemis. Sulung di antara empat bersaudara itu menjalani dunia tersebut sejak sebelum usia sepuluh tahun. Menurtu dia, tidak lama setelah peristiwa pemberontakan G-30-S/PKI.

Maklum, emak dan bapaknya dulu pengemis di Bangkalan. ”Dulu awalnya saya diajak Emak untuk meminta-minta di perempatan,” ungkapnya.

Karena mengemis di Bangkalan kurang ”menjanjikan”, awal 1970-an, Cak To diajak orang tua pindah ke Surabaya. Adik-adiknya tidak ikut, dititipkan di rumah nenek di sebuah desa di sekitar Bangkalan. Tempat tinggal mereka yang pertama adalah di emprean sebuah toko di kawasan Jembatan Merah.

Bertahun-tahun lamanya mereka menjadi pengemis di Surabaya. Ketika remaja, ”bakat” Cak To untuk menjadi bos pengemis mulai terlihat.

Waktu itu, uang yang mereka dapatkan dari meminta-minta sering dirampas preman. Bapak Cak To mulai sakit-sakitan, tak kuasa membela keluarga. Sebagai anak tertua, Cak To-lah yang melawan. ”Saya sering berkelahi untuk mempertahankan uang,” ungkapnya bangga.

Meski berperawakan kurus dan hanya bertinggi badan 155 cm, Cak To berani melawan siapa pun. Dia bahkan tak segan menyerang musuhnya menggunakan pisau jika uangnya dirampas. Karena keberaniannya itulah, pria berambut ikal tersebut lantas disegani di kalangan pengemis. ”Wis tak nampek. Mon la nyalla sebet (Kalau dia bikin gara-gara, langsung saya sabet, Red),” tegasnya.

Selain harus menghadapi preman, pengalaman tidak menyenangkan terjadi ketika dia atau keluarga lain terkena razia petugas Satpol PP. ”Kami berpencar kalau mengemis,” jelasnya.

Kalau ada keluarga yang terkena razia, mau tidak mau mereka harus mengeluarkan uang hingga ratusan ribu untuk membebaskan.

***

Cak To tergolong pengemis yang mau belajar. Bertahun-tahun mengemis, berbagai ”ilmu” dia dapatkan untuk terus meningkatkan penghasilan. Mulai cara berdandan, cara berbicara, cara menghadapi aparat, dan sebagainya.

Makin lama, Cak To menjadi makin senior, hingga menjadi mentor bagi pengemis yang lain. Penghasilannya pun terus meningkat. Pada pertengahan 1990, penghasilan Cak To sudah mencapai Rp 30 ribu sampai Rp 50 ribu per hari. ”Pokoknya sudah enak,” katanya.

Dengan penghasilan yang terus meningkat, Cak To mampu membeli sebuah rumah sederhana di kampungnya. Saat pulang kampung, dia sering membelikan oleh-oleh cukup mewah. ”Saya pernah beli oleh-oleh sebuah tape recorder dan TV 14 inci,” kenangnya.

Saat itulah, Cak To mulai meniti langkah menjadi seorang bos pengemis. Dia mulai mengumpulkan anak buah.

Cerita tentang ”keberhasilan” Cak To menyebar cepat di kampungnya. Empat teman seumuran mengikutinya ke Surabaya. ”Kasihan, panen mereka gagal. Ya sudah, saya ajak saja,” ujarnya enteng.

Sebelum ke Surabaya, Cak To mengajari mereka cara menjadi pengemis yang baik. Pelajaran itu terus dia lanjutkan ketika mereka tinggal di rumah kontrakan di kawasan Surabaya Barat. ”Kali pertama, teman-teman mengaku malu. Tapi, saya meyakinkan bahwa dengan pekerjaan ini, mereka bisa membantu saudara di kampung,” tegasnya.

Karena sudah mengemis sebagai kelompok, mereka pun bagi-bagi wilayah kerja. Ada yang ke perumahan di kawasan Surabaya Selatan, ada yang ke Surabaya Timur.

Agar tidak mencolok, ketika berangkat, mereka berpakaian rapi. Ketika sampai di ”pos khusus”, Cak To dan empat rekannya itu lantas mengganti penampilan. Tampil compang-camping untuk menarik iba dan uang recehan.

Hanya setahun mengemis, kehidupan empat rekan tersebut menunjukkan perbaikan. Mereka tak lagi menumpang di rumah Cak To. Sudah punya kontrakan sendiri-sendiri.

Pada 1996 itu pula, pada usia ke-36, Cak To mengakhiri masa lajang. Dia menyunting seorang gadis di kampungnya. Sejak menikah, kehidupan Cak To terus menunjukkan peningkatan…

***

Setiap tahun, jumlah anak buah Cak To terus bertambah. Semakin banyak anak buah, semakin banyak pula setoran yang mereka berikan kepada Cak To. Makanya, sejak 2000, dia sudah tidak mengemis setiap hari.

Sebenarnya, Cak To tak mau mengungkapkan jumlah setoran yang dia dapatkan setiap hari. Setelah didesak, dia akhirnya mau buka mulut. Yaitu, Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu per hari, yang berarti Rp 6 juta hingga Rp 9 juta per bulan.

Menurut Cak To, dia tidak memasang target untuk anak buahnya. Dia hanya minta setoran sukarela. Ada yang setor setiap hari, seminggu sekali, atau sebulan sekali. ”Ya alhamdulillah, anak buah saya masih loyal kepada saya,” ucapnya.

Dari penghasilannya itu, Cak To bahkan mampu memberikan sebagian nafkah kepada masjid dan musala di mana dia singgah. Dia juga tercatat sebagai donatur tetap di sebuah masjid di Gresik. ”Amal itu kan ibadah. Mumpung kita masih hidup, banyaklah beramal,” katanya.

Sekarang, dengan hidup yang sudah tergolong enak itu, Cak To mengaku tinggal mengejar satu hal saja. ”Saya ingin naik haji,” ungkapnya. Bila segalanya lancar, Cak To akan mewujudkan itu pada 2010 nanti…

Agenda Terselubung Wapres Boediono ke AS

Ini Dia Agenda Terselubung Wapres Boediono ke AS

Kepergian Wakil Presiden Boediono ke Amerika Serikat tidak hanya menghadiri pertemuan para pemimpin di ASEAN dengan Amerika Serikat yang ke-2, melainkan memeliki agenda terselubung. Yakni, untuk menggaet sebanyak-banyak investor negeri Paman Sam tersebut.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Gita Wirjawan mengatakan, disela-sela pertemuan para pemimpin Asean-AS yang berlangsung di New York pada 23 September mendatang itu, akan dilakukan pertemuan bisnis bersama Presiden AS Barrack Obama dan para investor asal AS yang berminat menanamkan modalnya di Tanah Air. Mantan presiden AS Bill Clinton dan CEO perusahaan-perusahaan AS juga tidak ketinggalan dalam pertemuan tersebut.

Gita mengungkapkan, pertemuan bisnis tersebut akan dibagi ke dalam beberapa sesi. "Pertemuan pertama akan dihadiri kelompok dari kalangan investor yang sudah menanamkan modalnya di Indonesia sejak lama," katanya saat konferensi pers di Istana Wapres, Selasa (21/9).

Dalam pertemuan tersebut, lanjut dia, delegasi Indonesia akan menawarkan sejumlah proyek baru maupun perluasan investasi agar mereka menambah modalnya di dalam negeri. Kelompok kedua adalah kelompok dari kalangan investor yang belum menanamkan modalnya namun sudah berminat dan membidik Indoensia sebagai tujuan investasi.

Menurut dia, kelompok ini akan mendapat perlakuan berbeda dari kelompok pertama. "Mereka akan diberikan penjelasan mengenai kondisi Indonesia sesungguhnya, sebab banyak investor yang melihat kondisi Indonesia hanya dari pemberitaan. Kami ingin meningkatkan profil Indonesia di mata investor AS," tuturnya.

Hingga saat ini saja, Gita menjelaskan, sudah ada 32 pemimpin perusahaan yang mengkonfirmasi akan mengikuti pertemuan tersebut. Mereka berasal dari perusahaan sektor infrastruktur, teknologi informasi, migas, dan farmasi. Selain itu, Wapres bersama Kepala BKPM juga akan menerima kalangan 20 investor yang peduli dengan pemanasan global atau perusahaan ramah lingkungan.

Indonesia akan bertukar pikiran mengenai pengembangan teknologi ramah lingkungan dengan para investor tersebut. Apalagi, tambah Gita, misi pemerintah di BKPM adalah melakukan opinion building tentang Indonesia, saat melakukan kunjungan ke negara maju. "Karena masih banyak sekali orang di negara-negara maju yang tidak mengetahui tentang Indonesia," ujar dia.

Karena itu, Gita kembali menekankan bahwa kedatangan wapres ke AS ini penting sekali dalam meningkatkan profil Indonesia serta meraih investasi dalam skala yang lebih besar. "Dulunya mereka (negara maju) sangat melirik Tiongkok (China), Vietnam, Thailand tapi dengan kondisi makro politik Indonesia yang sudah jauh lebih stabil dibanding beberapa tahun lalu, kelihatan sekali bahwa mereka ingin berinvestasi dengan skala yang jauh lebih besar dibanding sebelumnya," bebernya.

Keoptimisan Gita, ditambah dengan pernyataannya bahwa sudah ada beberapa perusahaan manufaktur yang mulai mempertimbangkan relokasi pabrik dari tempat lain ke Indonesia untuk kepentingan pasar, minimal di Asia Tenggara. Belum lagi, arus modal hingga kini masih secara luas datang dari negara-negara asia terutama asia tenggara. "Tetapi saya rasa akan lebih baik lagi kalau kita bisa mengekspansi distribusi penanaman modal dari beberapa negara lain di luar negara Asia," tegasnya.

Gita menuturkan saat ini investasi asing asal AS di Indonesia pun sudah mengalami peningkatan. Dalam daftar investasi selama semester I/2010, AS berada di lima besar perusahaan asing yang menanamkan modalnya di Indonesia. Karena itu, ia berharap pertemuan tersebut nantinya dapat membawa dampak positif, sehingga banyak investor asal AS merealisasikan investasinya di Indonesia.

Jika berhasil, kata dia, target investasi Rp 1.500 triliun selama 5 tahun ke depan bukan sesuatu yang mustahil. "Investor asal AS selalu menjadi patokan investor lain dari negara maju. Kalau mereka sudah menanamkan modalnya di Indonesia, biasanya dikuti oleh investor lainnya," bebernya.

Belum lama ini, BKPM merilis data investasi semester I/2010 mencapai Rp 92,9 triliun, naik 39,9 persen dari periode sama tahun lalu Rp 66,4 triliun. Pada periode itu, investasi asing masih didominasi oleh Singapura senilai 1,6 miliar dolar AS. Kemudian diikuti Hong Kong senilai 0,8 miliar dolar AS. Amerika Serikat menempati posisi ketiga dengan investasi senilai 3 miliar dolar AS, selanjutnya Jepang 0,2 miliar dolar AS dan Belanda 0,2 miliar dolar AS.

Red: Djibril Muhammad
Rep: Yasmina Hasni
sumber: republika.co.id