Jumat, 25 Mei 2012

Belajar Invertebrata Bersama Spongebob!


Tokoh profil film animasi Spongebob Squarepants (sumber:http://spongebob.nick-asia.com/)
Spongebob Squarepants (sumber: http://spongebob.nick-asia.com/)

Geli rasanya membaca tweet salah seorang teman saya di jejaring sosial twitter. “Ayah yang baik adalah yang rela mengalah (menonton TV) pada anaknya demi makhluk ga jelas, kotak, kecil, kuning, berlubang-lubang” begitulah ujarnya dalam jejaring sosial tersebut. Ya, film serial animasi Spongebob Squarepants merupakan film kartun yang digemari oleh anak-anak. Saking gandrungnya anak-anak pada film ini, sampai-sampai para orang tua merasa jengkel dan harus mengalah pada anaknya, karena pada jam yang bersamaan di stasiun TV lain tengah berlangsung acara berita yang menjadi kesukaan para orang tua. Tak heran rebutan remot TV antara anak dan orang tua bisa saja terjadi.
Namun bagi saya, film animasi yang diciptakan oleh Stephen Hillenburg (seorang animator dan ahli biologi laut) ini adalah sumber inspirasi bagi saya untuk menciptakan pembelajaran biologi yang inovatif. Saya merasa perlu untuk memberikan pembelajaran yang berbeda dari yang biasnya pada materi pelajaran tentang hewan-hewan Invertebrata (hewan tidak bertulang belakang). Pasalnya, karakteristik materi ini bersifat abstrak dan hafalan. Bersifat abstrak karena siswa jarang menjumpai hewan ini terutama hewan yang hidup di dasar laut. Nama ilmiah hewan yang begitu banyak juga menyulitkan siswa untuk menghafalnya.

Film Spongebob Squarepants sendiri menceritakan tentang kehidupan makhluk laut dengan tokoh utama Spongebob. Makhluk kotak bewarna kuning ini terkesan konyol, lucu memiliki sifat ceria, optimis dan selalu berprasangka baik kepada teman-temannya. Kalau kita mencermati tokoh-tokoh dalam film ini sebagian besar adalah contoh dari spesies invertebrata. Bahkan Spongebob yang menjadi tokoh utama dalam film ini merupakan contoh spesies dari Filum Porifera. Selain itu terdapat Mr. CrabsPattrickSquidword dan Jelly Fish yang merupakan contoh spesies invertebrata filum ArthropodaEchinodermataMollusca dan Cnidaria.

Adanya kemiripan tokoh film ini dengan materi invertebrata membuat saya berpikir untuk membuat perangkat pembelajaran inovatif berbasis tokoh film ini. Tokoh dalam film ini saya gunakan untuk sebagai bahan apersepsi dan brand untuk filum-filum hewan invertebrata yang ditampilkan sebagai pengantar masalah pada LKS. Untuk mengkonkretkan materi pelajaran, saya menggunakan video-video yang saya unduh dari youtube kemudian saya edit menggunakan perangkat lunak Magix video editor untuk disesuaikan dengan LKS. Model pembelajaran berbasis masalah menjadi pilihan saya untuk melatih siswa untuk berpikir tingkat tinggi proses pemecahan masalah. Selesai sudah perangkat pembelajaran berbasis tokoh film Spongebob.

Luar biasa, saya menyaksikan siswa begitu antusias saat mengikuti pelajaran menggunakan perangkat yang sudah saya buat ini. Siswa mulai termotivasi mengikuti pembelajaran ketika saya melakukan apersepsi dengan film pembuka Spongebob. Siswa semakin penasaran ketika saya menanyakan “Adakah makhluk hidup yang bernama Spongebob di alam ini?”. Mereka pun seperti tidak percaya jika makhluk hidup bernama spongebob itu benar-benar ada di alam ini. Kemudian saya berikan LKS dan memutar film yang sudah saya buat. Teknologi komputer, projektor LCD, dan smart-board (touch board) benar-benar membantu saya dalam proses pembelajaran. Selanjutnya terdapat kegiatan diskusi kelompok untuk mencari solusi dari permasalahan yang saya sajikan di LKS dan presentasi hasil diskusi. Selama kegiatan pembelajaran tidak ada siswa yang bosan, mengantuk, atau tertidur. Saya sendiri puas dengan proses pembelajaran pada hari itu.

Kepuasan saya berlanjut, ketika melihat hasil ulangan harian pada materi ini semuanya tuntas dari KKM sementara sekolah menetapkan skor yang cukup tinggi sebesar 75. Bukan hanya itu saja, dengan pembelajaran berbasis Spongebob ini saya mendapatkan juara I Biology Teaching Competition di Universitas Negeri Semarang (UNNES) tahun 2010. Pada tahun 2012 ini saya juga mendapatkan juara III lomba pengembangan Subject Specific Pedagogy (SSP) di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Puji syukur saya panjatkan kepada Allah SWT atas nikmat dan karunia yang telah diberikan. Akhirnya, ide ini berlanjut ke penelitian untuk tesis program pascasarjana saya di Universitas Sebelas Maret (UNS), Surakarta.

Demikian pengalaman pembelajaran biologi saya, semoga dapat menginspirasi bagi pembaca. Silahkan bagi teman yang menginginkan perangkat pembelajaran dapat mengunduhnya: Silabus, RPP, LKS, Penilaian dan film dokumenter.
contoh: film dokumenter filum porifera
Setiyo Prajoko, S.Pd
Guru Biologi SMAN SBBS, Sragen
facebook - twitter  - blog

Selasa, 22 Mei 2012

Catatan Kecil untuk memahami kesetiaan dari Capung




Capung berkembangbiak dengan bertelur. Dia meletakkan telurnya di tempat yang aman di dalam air, biasanya di helai-helai daun tumbuhan air. Capung hanya mau meletakkan telurnya di perairan yang masih bersih dan bebas dari polusi. Itulah kenapa keberadaan capung seringkali dijadikan sebagai bioindikator untuk menentukan kualitas air dalam sebuah kawasan.
Tentang capung kami jadi ingat salah satu tayangan Discovery Channel. Cara capung meletakkan telur itu begitu membuat saya terharu. Pada umumnya capung adalah binatang yang setia. Setelah perkawinan begitu capung betina mengandung telur, capung jantan pasangannya selalu mengikutinya kemana pun dia pergi. Ketika capung betina hendak meletakkan telurnya maka itu adalah saat yang sangat berbahaya bagi keselamatan jiwanya. Sewaktu dia berkonsentrasi untuk mengeluarkan telur-telurnya dia bisa kehilangan kewaspadaan dan menjadi sasaran empuk bagi predator semacam burung. Maka untuk melindunginya, capung jantan akan terbang di atasnya supaya apabila ada predator yang mengincar maka dirinyalah yang dimakan dan bukannya capung betina.
Apakah capung juga mengenal cinta dan pengorbanan untuk kekasihnya saya tidak tahu tapi yang jelas hal itu membuat saya terharu dan menaruh respek yang mendalam terhadap binatang kecil bernama capung itu.